DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kotak Peti Kayu


__ADS_3

Tubuh membiru juga kaku, mata yang melebar juga dengan lubang pada kepalanya, begitu mengerikan. Penampakan seseorang dalam peti kayu itu.


"Mr. Ruler?" Bisik para kumpulan itu.


Marky melebarkan matanya sekilas, ia mengaraskan rahangnya, kemudian berjalan kembali ke ruangannya.


"Bereskan itu Juan!"


"Ba ... baik Bos" Juan mengurusi mayat Mr. Ruler.


"Hah! Apa! Disini juga, Mr. Ruler" Juan melirik mayat Mr. Ruler yang sedang diangkut oleh para robot.


Juan bergegas masuk ke ruangan Marky.


"Permisi Bos, ini juga terjadi di Foxes Side juga Bats Site, penyusup yang mereka kirim ke DarkHole semua mati dan dibekukan"


BRAAKK!!


"Mereka berani padaku" Marky mengebrak mejanya, matanya tajam dengan rahang mengeras. "


"Mereka memilih menjadi musuh rupanya, ayah dan anak itu, Ayahnya saja bisa kulenyapkan dengan mudah, apa lagi hanya sekumpulan bocah!"


"Mereka menyulut peperangan dengan ku!" Juan mendekat menuangkan wine ke gelas Marky, ia meraih gelasnya, menggoyangnya perlahan, mendekatkan gelas pada hidungnya, menghirup aroma anggur tua. Menenangkan.


"Kau siapkan semuannya, beritahu semua Side kita serang mereka, CEPAT!!!" seruannya Marky yang tidak bisa dibantah.


"Berani-beraninya para bocah itu" Marky mengepalkan tangan, ini suatu penghinaan baginya. Hanya dia dan Nokturnal yang bisa merajai seluruh dunia, tak ada yang lain hanya dia, Bornt Marky.


Ia harus dan segera melenyapkan kuman satu itu, ternyata selama ini ia terlalu baik. Hingga kuman itu menjadi besar kepala. Pikirnya, ia menyesap anggurnya, merasakan aliran anggur yang menyebar dalam mulutnya.


Wajah tanpak tamak, culas juga licik meremehkan Camy cs juga DarkHole.

__ADS_1


*


*


*


Willow mendengar bahwa bukan Sidenya saja yang mendapat kiriman peti kayu, yang lebih membuatnya tak habis pikir kotak kayu di lobby utama Nokturnal berisi Mr. Ruler. Kejutan yang tidak mengejutkan.


Ia telah membuka kotak kayu yang dikirimkan ke Sidenya sebelum, Asistennya memberikan kabar tentang lobby utama. Ia melihat potongan badan manusia dalam kotak kayu, tak sebesar di loby tempat Bornt Marky.


"Riby, kau telah bersenang-senang rupanya," ia melihat potongan dan koyakan tak rapi seorang Riby berbeda dengannya ia suka kerapian.


"Singkirkan!" Perintah Willow pada Patrik, asistennya. "Baik Ketua" kemudian robot mengangkatnya. Saat diangkat sembuaran gas jeluar dari potongan mayat itu. Gas berwarna abu pekat.


"SEMUA KELUAR!" teriakkan Willow membuat, orang dan semua yang ada disana menghambur keluar Site.


"Masker! Kenakan Masker kalian!" Asisten Willow memberi Willow masker lalu dengan cepat ia mengenakannya.


"Mereka membuat kacau! Akan aku luluh lantakan mereka!" Willow memendam rasa tidak suka pada DarkHole dan muak dengan rasa kekeluargaan yang ada didalamnya.


Sekarang saat ia sedang menikmati jabatan dan kekuasaannya DarkHole menganggunya seperti tidak rela ia bahagia. Itu pikir Willow.


"Nona, Bos menurunkan perintah, kita akan serang DarkHole! Keseluruh Site!"


"Hancurlah kau Camy!"


*


*


*

__ADS_1


Di Bats Site Lamorna lebih parah, bukan hanya berupa gas namun juga asap dan ledakkan kecil. Mereka tak sempat menghindar dan banyak yang menjadi korban.


Yang terkena ledakan juga menghirup gas dan asap, tubuh mereka kejang-kejang dan kemudian pingsan. Dan beberapa merasakan mual juga lemas.


"Nyonya anda baik-baik saja?"


"Siaall, aku senang mereka membunuh si tua Ruler itu, tapi tidak dengan ini! Aku akan membalas mereka! Beraninya mereka menghancurkan Siteku! Mengusikku kau akan mati!" Makinya, keangkuhan dan kemurkaan Lamorna terpampang di wajahnya.


"Darius siapkan semua membantai mereka sepertinya cukup menyenangkan!"


"Siap nyonya!"


Tim medis dari Nokturnal Healt sibuk dengan kejadian yang DarkHole timbulkan. Para perawat hilir mudik di gedung utama Nokturnal, Bingkisan itu lolos karena si pengantar menyamar menjadi salah seorang pekerja disana.


"Nyonya, Bos memerintahkan penyerangan untuk DarkHole ke semua Site"


"Bagus!"


"Jadi bagaimana persiapan kita?" Patrik menunggu Lamorna, ia masuh duduk ditempatnya.


"Batalkan! Kita tak usah turun tangan jika Bos yang turun tangan" Lamorna menatap lurus pada asistennya,


"Aahh ... aku ingin menemuinya, dan bersenang-senang sepertinya pilihan yang bagus menikmati kemenangan" Lamorna sangat yakin bahwa mereka akan menang mutlak. Jika Bos mereka yang turun tangan.


"Hubungi dia" dengan ekspresi berbinar, Lamorna tak sabar menghabiskan waktu dengan seseorang itu.


"Baik Nyonya"


Seseorang lain disana menyeringai senang. "Pesta meriah" ungkapnya pada seberang sana.


Orang diseberangnya tersenyum, "Permainan dimulai!"

__ADS_1


tbc.


__ADS_2