DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Jebakan Mutan


__ADS_3

Ruby telah rapi, hari ini ia libur, seperti biasa ia akan berpetualang bersama Leonidas. Kegiatan yang secara tak langsung menjadi kebiasaan oleh keduanya.


"Kemana ya hari ini"  Dan Riby selalu menunggu hari libur ini. Karena Leon akan membawanya ketempat yang luar biasa. Tempat dimana banyak mutan-mutan tinggal. Entah sejak kapan Riby menjadi obsesi dengan para utan ini.


"Pagiiii" Sapa riang Riby. Leon melambai padanya. "Hari ini kau mau ikut aku?" Tanya Leon. "Aku mendapat tugas untuk pertama kali dan ini penting" Selama ini Leon selalu bercerita tentang dia yamg seperti dianak tirikan di Sidenya.


Karena sebagai mutan yang adalah ciptaan mereka disana, ia tak memiliki hak untuk ikut belajar atau pun berkutat dengan penelitian. Mereka membatasi gerak para mutan.


Sebagian mereka mewaspadai mutan akan semakin pintar dan akan dengan liar menyerang mereka, tapi sebagian tak percaya mutan-mutan ciptaan mereka bisa menyerang. Padahal banyak mutan yang di binasakan karena yak stabilnya emosi mereka.


Mutan juga akan ditempatkan pada hutan-hutan yang telah Nokturnal sediakan khusus. Melihat dari bagaimana mereka berinteraksi. Seperti Leon yang 90% berkelakuan layaknya manusia, ia bisa melakukan kegiatan di Nokturnal Corp, walau masih dengan pengawasan.


Mereka memiliki ketidakstabilan emosi dengan kekuatan lebih dari manusia normal. Ya Nokturnal juga memiliki pasukan dari para mutan. Riby pernah tak sengaja mendengar obrolan. Bukan dari Leon. WarSite dimana tempat para mutan liar yang dikendalikan untuk perang.


Riby pernah kesana tapi ia urung, karena penjagaan yang ketat dan saat itu ia hanya iseng jadi tidak ia lanjutkan, terlalu membuang waktunya.


"Kemana?" Penasaran Riby. "WarSite" Leon mengemudi dengan santai memasuki hutan-hutan yang semakin lama, semakin gelap dengan pohon yang tinggi menutupi sinar matahari untuk masuk dalam hutan.


"WarSite?" Riby pura-pura tak tahu. "Tempat apa itu?" Leon menengok sekilas. "Tempat dimana sebagaian tubuhku berada." Ucap Leon absurd. "Hah! Maksudmu kepalamu?" Yang tak ada dari tubuh Leon ya kepala manusianya, kan?


Leon hanya menaikkan sudut bibirnya. "Ya, Alejandro (baca: Alehandro)"


Riby melihat kilatan berbahaya pada mata Leon. Peringatan yamg Riby abaikan.


Meka sampai pada benteng tinggi di tengah rimbunnya hutan. Dengan beton-beton tebal mengelilingi tempat itu. Mereka melewati beberapa pemeriksaan yang cukup ketat.


Leon memeperlihatkan id cardnya, dengan mudah ia lolos. Riby tidak tahu ternyata id card itu sangat berguna loloa dengan cepat masuk dalam ranah Nokturnal.


"Tuan Leon, perkenalkan saya Doglas" Sapa salah satu penjaga dengan senapan laras panjang. "Mari saya antar" yang sudah lebih dulu berjalan didepan Leon dan Riby.

__ADS_1


Leon mengenggam tangan Riby.


"Jangan takut, kita aman" hingga sekarang Leon tidak tahu bisa sesadis apa Riby jika kumat.


Leon menganggap Riby bukan wanita lemah, hanya adik pintar yang selalu penasaran dan manis, dari DarkHole lab, banyak yang tak menyangka didalam DarkHole dihuni oleh para peneliti yang "manis", memang.


Mereka melewati lorong panjang dengan obor sebagai penerangan. Suasana temaram. Beberapa kali Doglas mematikan pintu laser agar mereka bisa lewat. Penjagaan yang benar-benar ketat. Riby menuruni tangga melingkar. Lalu di ujung mereka masuk dalam lift tanpa pintu. Disini suasana lebih gelap walau masih bisa melihat sekaliling.


Semakin dalam lidt membawanya turun, banyak suara raungan pada lantai-lantai yang ia lewati, membuat Riby mendekatkan diri pada Leon didepannya. Leon menepuk tangan Riby. "Tenang jangan takut" Ribu hanya mengangguk berkali.


Ia memeras bajunya adrenalinnya terpacu  mendengar suara-suara mengerikan, disetiap lantainya.


Lift berhenti, Doglas membawa mereka berjalan lagi di lorong yang lebih gelap dari sebelumnya. "Pakai ini" Doglas memberi Riby dan Leon, sebuah kacamata dan alat seperti harmonika. Aneh.


Riby menerimanya. "Pakai, setelah disini udara akan semakin menipis" jelas Doglas. Riby melihat bagaimana mereka menggunakannya. Saat Riby menyelipkan harmonikan antara bibirnya. Harmonika itu berubah menjadi masker udara yang menempel pada wajahnya.


Takjub, tentu.


Mereka berhenti disalah satu pintu. Pintu terbuka dan Riby didorong kencang dari belakang. Ia tersungkur dengan cepat menoleh kebelakangnya, namun kacamatanya menjadi hitam menutupi pandangannya.


Bahkan maskernya berubah menjadi seal suara sekencang apapun ia berteriak, memaki tidak ada yang akan mendengar. Riby tak menyadari itu.


Riby mencoba berdiri, ia meraba mencari keberadaan Leon. terus meraba dan hanya kosong. ia bisa mendengar tapi suaranya tak keluar.


"Sialll! ini apa? kenapa tak keluar suaraku! apa ini? Leon! LEON! LEOONN!" Kesal Riby.


Ia hanya mendengar suara benda bergesekan dari sekitarnya. Ia bisa mendengar langkah kakinya.


Riby menemukan dinding, ia memukulnya ia bisa mendengarkannya, Ia mengira itu pasti Leon. Karena Leon berada didepannya saat ia didorong tadi.

__ADS_1


Tempat apa dan bagaimana ini, Riby pun tak ada petunjuk. Benar-benar sial baginya. Yang ia rasakan tadi hanya lantai  yang sempat ia sentuh. Licin dan dingin. Riby benar-benar bingung.


"Aktifkan navigasi" perintah Riby. Beberapa saat ia baru ingat, Biasa saat libur ia akan menanggalkan segala peralatan yang dapat terlacak.


Walau masih ada beberapa yang tersembunyi yang tak bisa ia tanggalkan. Namun hari ini seperti mendapat firasat. Ia tak melepasnya sama sekali.


"Traslucence!"


Ziiinngg ...


Sekelilingnya tidak berubah, masih, hitam, gelap, tak terlihat apapun. Apa memang segelap ini? pikirnya. Ia menempel pada dinding, berpura-pura, adrenalinnya kenbali terpacu, sudut bibirnya naik. ia merasa senang.


Harap-harap cemas, Riby menggerakkan kaki dengan gerakan cepat. ia menanti apa yang akan terjadi.


"Nyalakan Infrared" Riby memindai, hitam dengan cahaya kehijauan, Dan Riby tak melihat adanya manusia diaana selain dirinya. Namun dia salah.


Sosok hitam mendekat. Riby melirik lewat sudut matanya, Sosok itu mendekat perlahan. Terdengar gesekan benda yang bertemu lantai. Sangat nyaring dan bergema.


Sosok pendek, siluetnya semakin mendekat, ternyata binatang, Berkaki empat. Bentukan seperti Harimau, serigala atau sejenisnya. Dengan bentuk kepala aneh. Apa dia juga mutan? pikir Riby.


Sosok itu berjalan mondar-mandir didepan Riby, Riby masih diam, sambil mengamati sosok didepannya. Ia tak mendengar geraman khas binatang.


Riby menyisir dinding tak menghiraukan binatang itu. ia ingin mencari Leon. Ia tak menemukan apapun. Hanya rantai yang menempel di dinding.


Rantai yang ia l8hat melingkar di kaki binatang itu. Binatang itu masih terus mengikuti Riby. ia bisa mendengarkan gesekan rantai di lantai.


Tapi dalam sekejap Riby terkungkung oleh binatang itu. binatang besar itu memenjarakannya pada dinding.


Mata Riby bertemu dengan mata binatang itu. Dan membuat Riby terkejut dengan bentuk kepala binatang itu

__ADS_1


"Selamat datang di WarSide, Nona Riby" bisikan ditelinga Riby. Ia menyentak lalu dengan cepat menghindar kemana pun.


"Saya Alejandro"


__ADS_2