
" Plis ya loe pada balik aja, jangan ke caffe." Ucap Adam.
" Gak. Kita mau ke caffe dulu saja baru balik, loe juga harus ke sini, kita tunggu titik." Ucap Candra.
" Shittt, di matiin, gue harus cepet kasih tahu Abra." Ucap Adam sendiri dengan menekan no ponsel Abra tapi tidak terhubung.
Berkali kali ia menelpon namun tak kunjung tersambung, akhir nya dengan tergesa gesa Adam lari menyambar jaket nya keluar kamar untuk pergi menuju caffe, dengan masih mencoba menghubungi Abra namun tetap tidak tersambung.
" Ck kemana sih Adam ini." Guman nya, ia ingin menelpon adik kelas nya tapi ia lupa tidak punya no ponsel nya.
"Ah mana gue gak punya no nya sih Clow. Nambah kerjaan gua aja sih ini Abra." Ucap nya lagi lalu melajukan motor ke caffe Abra.
Flasback off.
" Jadi loe pada nyari gue, mau ngapain?." Tanya Abra.
" Noh si Candra mau ngajakin mabar." Ucap Novan.
" Mabar nya gue cancel, yang lebih penting sekarang kenapa kalian bisa nikah dan tepat nya kapan?." Tanya Candra menatap pasangan suami istri yang ada di hadapan nya.
" Ya bisa. Kan akad nikah." Jawab Abra enteng.
__ADS_1
Azell yang ada di samping nya menahan tawa suami nya itu benar benar kelewatan santai, padahal orang yang ada di hadapan nya sudah pada geram pada ia dan suami nya.
" Iya gue tahu Abra, maksud gue kenapa bisa yang loe ajak akad nikah Cloe bukan si Kiki aja." Ucap Candra geram, namun mendapat toyoran dari Kiki dan belikan tajam dari Abra.
" Sembarangan, gini gini gue normal ya." Sungut kiki tak terima.
" Gue gak belok." Tambah Abra ketus.
" Ya sudah makanya ceritain detail nya?." ucap Abra menuntut.
Kedua sahabat nya mengangguk menatap Abra meminta penjelasan.
" Bang Ar, Abra mana?." Teriak Adam pada Arya yang berada di meja kasih, Arya hanya menunjukkan keberadaan Abra dengan telunjuk nya. Mata Adam pun mengikuti arah tangan Arya, dan dia lari menuju arah tersebut.
Saat sampai di meja paling ujung, ia melihat sahabat nya sudah duduk manis di hadapan Abra, Adam terkejut.
" Telat gue, Abra pasti sudah ke gep sama mereka pada, sia sia dong gue kesini dengan ngebut, untung gue selamat." Ucap Adam dalam hati
" Hos hos." Nafas Adam tersengal sengal lalu duduk di sebelah Abra jadi posisi Azell di ujung berhadapan dengan Rio.
" Kenapa loe." Tanya Candra.
__ADS_1
Semua orang di meja menatap nya, Adam hanya menggelengkan kepala lali menyambar minuman yang masih tersisa banyak di gelas.
" Eh itu punya gue bang." protes Rio yang minuman milik nya di jamah orang lain.
" Ck minta pelit amat loe." Ucap Adam ketus, lagi lagi Rio hanya memberenggut kesal.
" Orang dewasa emang ribet dan ngeselin." Guman Rio. Setelah nafas nya sudah normal Adam membisikan kata maaf pada Abra dan hal itu di lihat sahabatnya.
" Gak usah bisik bisik, dia sudah ketahuan sama kita." Ucap Candra menyindir Adam, Adam hanya menyengir.
"Sekarang loe jelasin." Ucap Candra pada Abra.
" Sejelas jelas nya." Lanjut Novan.
" Fine dengerin jangan potong pembicaraan gue....
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1