
Padahal tanpa azell seperti itu juga sudah di pastikan jika Anra akan mengiyakan ajakannya, tentu saja karena Abra yang begitu menyayangi Azell sampai bisa di katakan jika Abra termasuk korban bucin saat ini.
Abra kembali mengangguk dengan senyuman manisnya.
" Let's go Tuan putri " Ucap Abra sambil tangannya menggandeng azell, tentu saja perlakuan Abra membuat azell begitu bahagia.
' Baik Kian santang " Jawab azell sambil terkikik, begitu juga dengan Abra yang juga tertawa dengan apa yang di katakan oleh Azell barusan, terdengar begitu lucu pikir Abra.
Azell dan Abra keluar dari Mall. Mereka akan segera menuju ke restorant untuk mengisi perut mereka sebelum pulang ke rumah Pamungkas nantinya.
" Pengen makan apa yank.? " Tanya Abra penuh perhatian dengan azell.
" Emmm... Pengen siomay bang .. Makan siomay boleh nggak? " Tanya azell seperti minta ijin kepada Abra.
" Boleh dong yank.. Di restorant langganan mama ada menu siomay juga.. Kita ke sana aja ya ? " Ajak abra yang di jawab azell dengan anggukan kepala.
__ADS_1
" Tapi enak kan yank?? Kayak siomay di kantin Kampus? " Tanyaazell tidak yakin.
' Enak dong yang.. Nggak kalah sama siomay bandung asli " Jawab abra kembali membuat azell mengangguk dan merasa begitu senang.
Sampai akhirnya mobil Abra terparkir di depan restorant yang terlihat cukup unik tapi tetap elegan. Restorant dengan di hiasi banyak pohon bambu kecil di dalamnya. Juga beberapa aquarium ikan besar di setiap sudut restorant.
Azell melihat kesekeliling yang memang terasa nyama meakipun azell baru pertama kali mengunjungi restorant itu.
Setelah duduk, azell segera melihat-lihat daftar menu di restorant itu, benar saja apa yang abra katakan tadi benar, karena di restorant yang sedang di kunjunginya terdapat menu siomay, bahkan bukan hanya siomay saja melainkan juga cireng, cilok, bakso kerikil seperti makanan- makanan yang ada di pinggir jalan.
Di restorant ini sudah di pastikan akan di hidangkan dengan cara yang unik dan terlihat begitu berkelas dari makanana itu pada umumnya.
" Kok lucu ya..?? Banyak menu makanan yang biasa di pinggir jalan bang? " Tanya azell kepada Abra.
" lya dong yank.. Chef di sini kreatif, mereka menghidangkan makanan yang biasanya adanya di pinggir jalan, biar orang-orang kaya yang pengen makanan atau jajanan seperti itu nggak malu karena harus beli di tempat-tempat umum." Jelas Abra membuat azell mengangguk.
__ADS_1
" Eh. Bentar, berarti abang malu ya kalau kita makan di pinggir jalan? " Tanya Azell kepada Abra.
Abra menarik hidung Zela gemas, karena pertanyaan azell yang menurut Abra tidak masuk akal untuk dirinya.
" Nggak dong yank... Abang ajak kamu ke sini biar lebih heginis aja karena kamu lagi hamil, bukan berati abang bilang makanan di pinggir jalan itu nggak bersih ya. Jangan salah paham dulu " Jelas Abra membuat azell kembali mengangguk.
Azell juga tahu jika Abra bukan orang seperti itu, dulu mereka juga pernah makan di pinggir jalan.
Bahkan beli jagung bakar di pinggir jalan juga ketika azell sedang mengidam. Tapi mungkin sekarang Abra akan lebih hati-hati lagi dengan semua makanan Azell.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1