
Mobil Kiki akhirnya berhenti di pinggir jalan. Tentu saja karena Vita yang terus meminta untuk di turunkan sebentar, dengan segera Vita keluar dari mobil Kiki.
Awalnya Kiki ingin mengikuti Vita untuk turun dari mobilnya. Tapi tentu saja dengan segera di cegah oleh Vita.
" Beb.. Mau ngapain? " Tanya kiki yang penasaran.
Astaga.. Tadi sayang sekarang Beb, tapi ya sudahlah tidak apa, Vita tidak akan mempernasalahkan itu, yang terpenting sekarang adalah dia harus jauh dari kiki terlebih dahulu.
" Mau cari angin bentar, Kak Kiki di sini aja, awas ya nggak boleh turun dari mobil." Tegas Vita membuat Kiki mengernyitkan keningnya bingung.
Untuk apa Vita sampai harus turun jika memang ingin mencari angin, bukankah mobil Kiki sama sekali tidak bau? Atau kalau memang ingin mencari angin Vita tinggal menurunkan kaca mobil saja dan itu sudah beres, tapi Kiki tidak ingin bertanya lebih, Kiki hanya menggelengkan kepalanya sambil menoleh ke belakang di mana Vita yang sudah berjalan agak jauh darinya.
Padahal yang sebenarnya, Vita bukanlah ingin mencari angin, melainkan untuk buang angin ha.ha.ha.
Vita menoleh ke arah mobil kiki yang sudah cukup jauh darinya.
Melihat mobil kiki yang sudah jauh membuat Vita bernafas lega, karena mungkin ini saatnya dia akan mengeluarkan kumpulan angin yang sedari tadi sudah mendesak untuk keluar.
" Aman. Oke ini saatnya." Gumam Vita yang juga melepaskan kumpulan angin pada ujung tanduk pant*tnya.
__ADS_1
Duuuoodddhhh... Hach... Vita bernafas lega, dia juga terkikik geli dengan tingkah konyolnya barusan, karena terlalu lama di pendam sampai mengeluarkan suara yang lumayan besar dan sedikit bau.
Vita sampai mengibas ngibaskan tangannya sambil cekikikan sendiri.
" Astaga. Aku parah banget sih" Gumam Vita lagi sambil berlalu untuk menemui Kiki.
" Ekhem." Suara deheman yang membuat Vita terlonjak kaget. Vita menoleh ke asal suara.
" Astaga." Ucap Vita tidak percaya melihat seorang laki laki yang ternyata sedang duduk di pinggir jalan dan di belakangnya.
Sudah di pastikan laki laki itu tau semua dengan tingkah konyol Vita baru saja. Dan jangan lupakan jika laki laki itu duduk tepat di belakang Vita.
Tidak membuat luka laki laki itu memang serangan Vita. Tapi serangan Vita termasuk polusi udara pada hidung mancungnya.
Tanpa menunggu lama Vita langsung ngacir pergi untuk menemu Kiki lagi, Vita sangatlah malu dan Vita berharap tidak akan bertemu dengan laki laki itu lagi.
Sungguh jika sampai vita bertemu lakib laki itu lagi, tamatlah riwayat Vita sebagai gadis cantik di kampus nya.
" Cantik-cantik buang kentut sembarangan" Gumam laki laki itu dengan terus menatap Vita yang sudah mulai jauh, dan akhirnya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Vita duduk di sebelah Kiki, sebisa mungkin dia menyembunyikan kegugupannya di depan Kiki.
"Beb.. Ngapain sih? " Tanya Kiki membuat Vita sedikit gugup, Vita tahu jika kiki sudah pasti akan menanyakan hal itu, dan sepertinya terbukti sekarang.
Beruntung Vita sudah mempunyai alasan yang sedikit masuk akal dari pada tadi.
" Tadi kamu nggak lihat Kak kalau di sana ada orang minta-minta ? " Jawab Vita membuat Kiki menoleh ke belakang.
Dan benar saja yang di katakan oleh Vita barusan, ada seseorang memang yang sedang duduk di pinggir jalan bahkan terlihat menyedihkan.
Meskipun tidak begitu terlihat jelas karena jarak yang sedikit jauh juga penerangan yang begitu minim.
" Jadi tadi kamu? " Tanya kiki yang langsung di angguki oleh Vita
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote**...
__ADS_1