
Dan itu membuat Abra cukup terkejut, tidak biasanya azell melakukan itu. Tentu saja Abra juga merasa semakin berat untuk meninggalkan azell.
Sungguh hati abra semakin tidak rela jika harus berjauhan dengan gadis yang sekarang sedang tersenyum manis kepadanya.
" Malah bengong.. Ayo jalan." Ucap azell membuyarkan lamunan abra.
Abra tersenyum mengacak rambut azell pelan, setiap di dalam mobil azell membuka hijab nya, Abra lalu melajukan mobilnya meninggalkan kampus.
" Bang." Ucap azell membuat Abra menoleh ke arahnya dengan senyum.
"Kenapa sayang.?? " Tanya abra akhirnya kepada azell.
" Kenapa.?? " Tanya azell berbalik kepada abra.
Azell melihat sikap Abra tak seperti bisanya.
Jika azell menciumnya lebih dulu, biasanya abra akan membalasnya dengan lebih dari itu, jika tidak juga pasti abra akan menggodanya, tapi hari ini abra tak seperti biasanya.
Dan azell menyadari akan hal itu, azell tahu abra menyembunyikan sesuatu darinya, atau terjadi sesuatu dengan suami tampannya itu.
" Kenapa memangnya Yank.?? " Ucap abra lagi lagi berbalik bertanya kepada azell, Membuat azell semakin yakin jika anda menyembunyikan sesuatu darinya.
__ADS_1
" Abang kenapa sih..??? " Tanya azell kepada abra.
" Nggak apa apa yank." Jawab abra singkat. Jujur saja karena sikap azell seperti sekarang ini malah membuat Abra semakin tak rela jika harus meninggalkannya untuk beberapa waktu kedepan.
" Boong kan.?? Nggak biasanya abang seperti ini.. Abang aneh tahu nggak." Jelas azell membuat Abra terdiam.
Dia tau jika azell menyadari sesuatu pada dirinya.
" Itu hanya perasaan kamu aja Yank... Percaya nggak ada apa apa.." Jelas Abra sembari tangannya menggenggam tangan azell.
Azell menatap abra seakan mencari kebenaran, tapi tentu saja azell tak menemukan apa apa, memangnya dia siapa.? Peramal yang bisa membaca pikiran abra?? No... Azell bukan peramal atau cenayang, dia adalah gadis yang sudah mengambil hati abra.
"Mau nonton nggak...?? " Tanya abra kepada azell, azell menatap Abra lagi, sedangkan abra menatapnya dengan senyum tampannya.
" So. Beneran nggak mau nih...?? " Tanya abra sekali lagi. Dan lagi lagi azell menggeleng, membuat abra mau tak mau mengalah saja.
Mungkin memang seharusnya Abra mengatakan saja kepada azell.
Tapi Abra menunggu sampai mereka sampai di rumah terlebih dahulu, jika di dalam mobil ini bukan ide yang bagus, azell bisa saja marah dan memintanya menurunkan di tengah jalan, atau mungkin malah meminta pulang ke rumah bunda dal keadaan kesal.
Sungguh itu sangatlah tidak baik. Mereka sama sama terdiam dalam pikiran masing masing, tadinya azell ingin bercerita tentang apa yang terjadi di kampus nya, juga tentang Dara yang di larikan ke Rumah sakit. Tapi dia urungkan melihat Abra yang tak seperti biasanya.
__ADS_1
Sampai akhirnya mobil mewah Abra memasuki pekarangan rumahnya, mereka masih sama sama diam, bahkan azell turun dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan abra.
"Kalau kayak gini gimana aku ngomongnya.." Gumam abra bingung sendiri.
Abra berjalan menyusul azell yang sudah dulu masuk kedalam kamarnya. Bahkan saat abra masuk, azell sedang duduk malas sambil memainkan ponselnya.
Abra menghampiri azelll, duduk di sebelah azell mengambil ponsel azell yang sedang di mainkannya tadi, abra menaruhnya disamping azell, lalu menggenggam kedua tangan azell.
Tak ada penolakan dari azell, dia membiarkan qbra melakukannya, mungkin memang ada yang ingin Abra katakan kepada azell.
" Yank." Ucap Abra kepada azell.
Azell masih terdiam, bahkan dia sama sekali tak menatap ke arah abra, dia masih enggan rasanya untuk menatap wajah tampan yang sedang mencoba merayunya.
Merayunya untuk tidak lagi marah kepadanya, abra memegang dagu azelo mengarahkannya untuk menatapnya.
" Ada yang ingin abang omongin.." Ucap abra lagi, kali ini membuat azell menoleh ke arahnya, azell memukul dada bidang Abra pelan.
" Katakan.. Adik nggak mau Abang merahasiakan apapun dari adik." Jawab azell yang membuat abra semakin merasa bersalah.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...