
Masih di depan kandang kucing kesayangannya.
Azell masih saja terus bercerita tentang masalah yang sedang dia hadapi, bukan masalah besar memang, tapi azell butuh teman curhat dan Yubi ialah teman curhat yang paling aman menurut azell.
Karena Yubi tidak akan meledek apa lagi sampai bercerita dengan orang lain, jelas karena Yubi adalah seekor binatang peliharaan.
" Aku salah nggak kalau meluk cowok lain? tapi jangan salah paham dulu, aku meluk dia sebagai tanda perpisahan." Jelas azell yang kembali di jawab Yubi dengan suara
" Meow" lagi.
Dan azellmengangguk, dia menyimpulkan jika jawaban Yubi ialah azell salah karena sudah memeluk laki laki lain, meskipun hanya sebatas untuk tanda perpisahan saja.
" Oh jadi aku harus minta maaf gitu ya sama abang? Tapi aku malu, gimana dong?." Tanya azell lagi.
Tapi kali ini Yubi menjawabnya dengan suara meow nya lagi sampai beberapa kali, membuat azell mengangguk seperti mengerti apa yang Yubi katakan padanya, meskipun dengan bahasa kucing, satu suara tapi berjuta makna.
Azell erus berceloteh, sedangkannya di belakangnya Abra dan mama sedari tadi sudah menahan tawanya.
Azell begitu lucu dan unik pikir abra.
" Bha..ha..ha." Tawa abra pecah karena sudah tidak bisa lagi menahannya.
__ADS_1
Mama segera menyikut lengan Abra, karena tawa Abra terdengar seperti ledekan, begitu juga dengan azell yang langsung menoleh ke belakang.
Azell menatap mama tersenyum, sedangkan abra di tatap oleh Zela dengan tatapan permusuhan, tadinya azell akan minta maaf ke abra, tapi sepertinya akan azell urungkan, atau mungkin malah azell sudah lupa dengan rencana itu.
" Yubi aku tinggal dulu ya." Pamit Zazell kepada Yubi kesayangannya.
Azell menghampiri mama yang masih berada di belakangnya tadi.
" Ma, azell ke kamar dulu ya." Pamit azell juga kepada Ibu mertuanya.
Mama mengangguk sambil tersenyum, lalu tanpa kata azell benar-benar pergi tanpa pamit terlebih dahulu kepada suami tampannya yang sekarang sedang melongo karena azell sama sekali tidak pamit atau mengajak dirinya.
Jangankan untuk pamit, atau mengajak berbicara dengan abra saja Zela tidak, dia malah lebih memilih untuk ke kamarnya meninggalkan Abra.
Lalu mama pergi meninggalkan Abra yang masih berdiri mematung karena kedua wanita yang paling di sayanginya .
Azell istrinya yang sedang marah, juga mama nya yang malah dengan sengaja menggoda Abra.
Abra menatap Yubi yang juga sedang menatap abra.
Yubi sedang duduk santai di kandangnya.
__ADS_1
" Ini semua gara-gara kamu." Ucap abra sembari menunjuk ke arah Yubi.
" Meow ." Ucap Yubi seperti menjawab apa yang abra katakan barusan.
Abra segera ke atas untuk menuju kamarnya. Sampai di kamar dia tidak melihat keberadaan istrinya.
Tapi samar-samar terdengar suara gemricik air dari kamar mandi mereka yang berada di dalam kamar.
Abra tau pasti azell sedang mandi di dalam kamar mandi.
Dengan semangat 45 Abra membuka pintunya, dia berencana akan menggoda azell dengan jurus mautnya yang tadi mama nya katakan.
Tapi seakan dewi fortuna sedang tidak berpihak kepadanya, pintu kamar mandi ternyata di kunci dari dalam.
Membuat Abra sedikit frustasi karena tidak bisa melakukan ide gilanya.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak