
Tidak lama Alya datang, tentu saja karena bunda sendiri yang meminta Alya untuk menjemputnya di rumah besan.
Mumpung Alya berangkat kuliah menggunakan mobil. pikir bunda.
" Tante." Sapa Alya yang juga ikut bergabung bersama mereka di ruang tengah.
Azell, Bunda dan juga Mama menoleh ke arah Alya, mereka tersenyum.
" Nak... Sini." Suruh bunda kepada Alya agar duduk di sebelahnya.
" Alya.... Lo sendiri?." Tanya azell melihat kedatangan Alya seorang diri.
" Seperti yang Lo lihat Zel." Jawab Alya sembari tangannya menyalami Bunda dan juga Mamah.
" Lho ini siapa? Cantik sekali." Puji mama kepada Alya yang sudah duduk di sebelah bunda.
" Ponakanku, dia sekarang melanjutkan kuliah." Jelas bunda kepada besannya itu.
Mama mengangguk, masih dengan memandangi Alya yang sekilas mirip dengan menantu cantiknya itu.
Mereka terus mengobrol sembari bercanda, bahkan tidak hentinya kedua wanita paruh baya itu bercerita tentang calon cucu mereka.
__ADS_1
Sedangkan azell dan Alya bercerita tentang masa kecil mereka dulu. Tidak lama terdengar suara seseorang yang turu dari arah tangga.
Abra menghampiri mereka masih dengan muka bantalnya, bahkan terlihat sekilas Abra seperti zombi berjalan.
Abra yang memang sebenarnya masih setengah sadar itu, langsung berbaring dengan kepalanya di atas paha azell Sontak saja kelakuan suami tampannya itu membuat azell terkejut tapi juga gemas.
Jangan di tanya bagaimana perasaan Alya saat ini, Alya masih begitu banyak menyimpan rasa untuk Abra, perasaan yang tidak bisa di ungkapkan, yang dia sendiri juga tidak ingin ada seorang pun tahu tentang perasaan hatinya yang berlabuh salah pada seseorang.
Alya tersenyum, senyuman begitu pahit.
" Abra..... Jangan gitu ih, ada bunda ini Iho." Ucap mama kepada abra yang masih memejamkan matanya.
" Abang ih." Sambung azell menarik hidung mancung abra gemas.
Sontak saja semua yang berada di sana tertawa, begitu juga dengan azell, mama bahkan sampai terpingkal dan menggelengkan kepalanya dengan kelakuan anak tampannya.
Berbeda dengan Alya yang entah kenapa malah terkejut tapi juga ada perasaan yang susah dia jelaskan, perasaan aneh yang ada pada dirinya di saat tangan Abra menyentuh tangannya.
Meskipun pada dasarnya apa yang di lakukan abra itu karena hanya kekeliruan saja.
" Abra..... Kamu ini ngaco banget, bunda mu di sebelah mama bukan di situ." Ucap mama yang sukses membuat azell dan bunda semakin tertawa.
__ADS_1
Sedangkan abra langsung membuka matanya lebar dan begitu tekejut setelah mengetahui jika dia menyalami orang yang salah.
Abra tersentak kaget, dengan segera Dia menyalami bunda karena tadi sudah salah sasaran.
" Mangkanya buka dulu mata nya, duduk dengan mata tertutup aneh kamu." Sambung mama lagi yang terus meledek Abra.
" Abra lucu." Ucap azell gemas kepada Abra yang begitu lucu menurut nya.
Tapi setelah menyalami bunda, Abra segera pamit untuk menuju ke kamar mandi.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak
...
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹...