
" Hei jangan nangis ah, Aa' tidak suak lihat nya." Ucap Abra sambil mengelus elus pipi Azell.
" Ya mangka nya jawab A', Aa' kenapa?." Tanya Azell meraih tangan Abra hang berada di pipi nya.
" Aa' tidak kenapa Napa kok " jawab Abra,
" Tidak mungkin, adik buat salah ya? Adik minta maaf kak." Ucap Azell
" Tidak kok, adik tidak salah apa apa." Jawab Abra. " Tapi kenapa sikap AA' begini? Apalagi semalam Aa' bahkan tidak peluk adik waktu tidur. ..Dan Aa' lebih banya main ponsel dari pada ngajak ngomong adik." Keluh Azell
" Maaf Aa' tidak mau buat adik risih." Ucap Abra yang sebenarnya dia hanya mengasal saja, ada sesuatu yang harus dia sembunyikan dari Azell.
Setelah waktu nya tiba, pasti akan menceritakan sejujur nya dengan apa yang terjadi.
" Risih kenapa? Aa' suami adik apa karena adik selalu nolak keinginan Aa' jadi sikap Aa' berubah begini?." Ucap Azell dan Abra mengerutkan alis nya.
__ADS_1
" Keinginan apa?." Tanya Abra.
" Keinginan itu, Aa' pasti ngerti." Ucap Azell sedikit malu, Abra pun akhir nya konek apa maksud Azell.
" Enggak dek bukan karena itu." Jawab Abra.
" Ya terus kareana apa?." Ucap Azell mendongak menatap Abra, Abra bungkam tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
" Tuhkan benar, kalau Aa' mau adik siap A." Ucap Azell. Abra akan membantah ucapan Azell namun dengan cepat Azell membekap mulut Abra dengan mulut nya.
Azell sudah tidak memikirkan lagi yang nama nya gengsi atau apa lah, yang terpenting suami nya kembali pada sikap manis semula, Azell me...lu...mat bibir Abra, tangan nya sudah mengalungkan pada leher Abra. Akhir nya Abra terbawa suasana dalam permainan Azell, tangan nya memegang pinggul Azell dan membalas lu...ma...Tan Azell.
Setelah puas bermain dengan bibir, Azell langsung menghentikan permainan nya lalu dengan segera dan nafas nya tersengal Senegal melepaskan baju yang di pakai Hinga menyisakan tangtop, Abra hanya mengamati Azell namun ketika Azell mengangkat tangtopnya tangan Abra mencegahnya.
" Adik mau ngapain?." Tanya Abra.
__ADS_1
" Ini kan yang Aa' mau? Adik siap A'." Ucap Azell kembali berusaha melepaskan tangtop nya karena tangan nya di cegah oleh Abra.
" Tidak dek, jangan nekat." Ucap Abra tegas, namun Azell tidak menghiraukan ucapan suami nya itu
" Adek!!! Jangan begini. aa' tahu aduk belum sepenuhnya siap, Aa' tidak mau kita melakukan dengan keterpaksaan, dan lagi banyak hal yang harus di pikiran kan lebih dulu, khusus nya adik." Ucap Abra setelah menarik dua tangan Azell secara paksa.
" Terus Aa' mau nya apa? Adik tidak bisa di diemin seperti ini a'." Ucap Azell yang mata nya mulai berkaca kaca dengan cepat Abra menarik Azell masuk dalam pelukan nya.
" Maaf." Ucap Abra, Azell memberontak dalam pelukan Abra tapi Abra semakin erat memeluk istri nya itu dan sampai di rasa Azell sudah tenang.
" Sudah adik jangan mikir yang tidak tidak." Ucap Abra membawa Azell berbaring.
" Gimana tidak mikir yang tidak tidak, Aa' nya saja begitu." Ucap Azell cemberut yang sudah berbaring. Abra pun juga ikut berbaring di samping Azell, dia hanya diam mendengarkan celotehan Azell.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......