
Azel menerima nya dan membaca nya, diikuti Ais yang juga ikut membaca nya dari samping azell.
Azell mengernyitkan kening nya bingung, siapa yang menulis tulisan perminta maafan seperti ini, aneh sekali pikir azell.
Sedangkan Ais tampak sedikit terkejut, dia tau jika tulisan ini di buat oleh Sandro, apakah Sandro tidak jadi menemui azell..?? Lalu untuk apa dia meminta menemui azell..?? Untuk meminta maafkah..?? Atas kesalahan apa yang Sandro perbuat kepada azell..?? Pikir ais kemana mana.
Ais teringat dengan sorot mata Sandro yang begitu meminta bantuan kepada nya, juga luka lebam pada sudut bibir Sandro. Tapi kini malah Sandro menghilang dengan sendiri. Sudahlah biarkan.. Ada baiknya itu anak tidak jadi menemui azell, akan merepotkan jika hal itu benar terjadi pikir Ais.
" Udah ayo.. Cabut keburu Kak abra sampai di mall duluan nanti.." Ucap Vita membuat azell dan Ais langsung masuk kedalam mobil .
Mobil mereka pergi meninggalkan klinik, yang ternyata tanpa mereka tau, Sandro mengamati mereka sedari tadi dari kejauhan.
Sungguh melihat azell dari kejauhan itu sudah cukup untuk Sandro, terlebih Sandro tadi sempat memandangi wajah ayu azell ketika di gendongan nya menuju klinik.
Kini Sandro harus benar benar ikhlas untuk pergi, untuk memulai kehidupan baru, kehidupan yang dia sendiri tidak tau akan seperti apa nanti nya hidup di negri orang.
__ADS_1
Tapi Sandro sangat beruntung dan bersyukur, abra berniat mengirimnya ke New York bukan hanya sekedar menjauhkan Sandro dari azell.
Tapi Abra berniat memperkerjakan Sandro di hotel yang ia punya di New York, dan itu sungguh membuat Sandro tidak hentinya mengucap syukur, juga merasa berterimakasih kepada Abra, meskipun sama sekali belum dia ucapkan secara langsung, karena untuk menemui Abra sekarang ini saja, Sandro benar benar tidak sanggup, Sandro terlalu malu kepada orang sebaik Abra.
Sandro berjanji, jika suatu saat nanti dia akan menemui abra dengan keadaan yang berbeda, menjadi orang yang lebih baik lagi tentu nya.
Mobil Vita terus melaju membelah jalanan ibu kota yang tentu saja sudah sangat padat, sudah sore memang, kendaraan berlalu lalang dijalanan.
Tapi tentu saja mereka tidak menyerah, dan akhirnya sampai juga di parkiran mall, mereka bertiga langsung menuju caffe, untuk sekedar memesan minum juga makanan ringan.
" Zel beneran..??? " Tanya Vita tak percaya melihat azell yang memesan makanan berat.
" Beneran lah. Aku tuh belum kenyang tadi makan di klinik, secara kalian liat kan.. Cuma dikit banget, mana nyuapin nya sedikit sedikit banget lagi." Keluh azell membuat kedua sahabat nya hanya menggelengkan kepala tak percaya dengan penuturan azell barusan. Sungguh bisa dibilang azell sangatlah rakus sekarang ini wk wk wk
" Ya.. Udah makan yang banyak kamu.. Jangan sampe pingsan lagi karena kelaperan." Sambung Ais yang dijawab azell dengan mengacungkan jempol nya juga dengan senyuman manis nya.
__ADS_1
" Btw Aism.. kamu belum kasih tau .. Siapa cowok tadi..?? " Tanya Vita yang seketika kembali membuat Ais terkejut.
" lya.. Siapa sih..?? " Tanya azell juga yang jiwa keponya mulai tumbuh.
" Oh... Tadi tuh cowok nanyain aku toilet.. Nggak tau juga aku siapa. Mungkin dia lewat jalan depan terus kepengen kekamar mandi gitu.. So.. Numpang toilet kampus." Jelas Aja yang sungguh tidak masuk akal sama sekali.
Tapi Ais beruntung karena azell dan Vita hanya menganggukan kepala nya, tanpa bertanya lebih lagi kepada Ais.
" Kak abra udah sampe belum Zel.?? " Tanya Vuta kepada azell.
" Katanya sih udah.. Bentar lagi juga kesini palingan." Jawab azell yang dapat anggukan dari Ais juga Vita.
Tidak lama terdengar suara gaduh dari mall tersebut, tentu saja suara kaum hawa yang melihat kedatangan pangeran tampan di mall.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...