
Semua karena azell yang masih memakai kimono handuknya untuk menemui kedua sahabatnya.
Jika Abra tidak melakukan itu tadi mungkin sekarang azell masih berada di ruang tv dengan baju sialan itu, sampai nanti adam dan Kiki datang, dan Abra tidak mau hal itu sampai terjadi.
" Kok Abang aneh sih? aku nemuin Ais dan Vita tadi bang, bukan orang lain." Ucap azell dengan nada sedikit kesal.
" Kamu emang nemuin mereka, tapi itu semua sebelum pacar mereka datang yank." Jawab abra membuat azell terdiam.
Apa yang abra katakan memang lah benar, azell jadi bingung sendir harus jawab apa, mau mengakui kesalahan nya malu, tapi jika tidak dia merasa begitu egois.
Azell masih terdiam di tempatnya, sedangkan abra semakin mendekat ke arah nya.
Abra memeluk azell, pelukan mereka sekarang sudah terhalang oleh perut buncit azell yang besar.
" Kita lanjutin yang tadi aja yank." Bisik abra membuat azell menatap Abra tidak percaya.
Selalu saja abra tidak tahu kondisi, jika sudah ingin ya tidak bisa di cegah lagi, ntah berapa cara abra akan tetap meminta nya.
" Tapi mereka?." Tanya azell kepada Abra.
__ADS_1
" Mereka akan ngerti kok." Jawab Abra penuh percaya diri.
Tentu saja Abra berkata seperti itu dengan penuh percaya diri, pasalnya tadi baik Ais maupun Vita memang terbengong melihat kedatangan nya dengan bertelanjang dada di depan mereka.
Dan itu dapat Abra yakinkan jika ais dan Vita memaklumi jika azell langsung mengajak abra ke atas dan meminta.
Padahal yang begitu menginginkan ialah abra sendiri, yang sedari tadi uring-uringan tidak jelas karena tertunda.
Abra mulai mengusap pundak azell, juga menjatuhkan jubah atau kimono handuk azell.
dengan pelan Abra mulai mengusap lembut tubuh azell. Dia juga mulai melancarkan aksi nya, tetapi lagi-lagi ada suara dari arah pintu.
Beruntung sekarang pintu tidak langsung di buka. melainkan di ketuk terlebih dahulu, jadi mereka masih bisa terselamatkan dari rasa malu.
" Zezel , piscoknya udah datang." Teriak Vita dari arah luar pintu mereka.
Azell dan abra saling berpandangan ternyata itu adalah Vita, beruntung Vita mengetuk pintu terlebih dahulu tadi.
" Bentar Vit, aku ke bawah!!." Teriak azell kepada Vita.
__ADS_1
" Oke cepetan ya Zel mumpung masih anget." Jawab Vita juga dengan berteriak dar arah depan pintu.
Setelah kepergian Vita, azell menatap abra yang masih berdiri mematung juga dengan wajah merah nya, dapat di lihat jika abra sekarang begitu kesal atau bahkan rasa kesal nya sudah menjadi marah.
" Aku ganti baju ya bang, nggak enak sama yang lain." Ucap azell mengecup pipi Abra sekilas.
Azell mencium pipi abra untuk sedikit meledakan rasa kesal abra.
Tapi tidak ada jawaban dari abra membuat azell terkikik dalam hati nya.
Azell kasihan dengan abra, tapi dia juga kesal karena Abra tadi menertawai nya.
Padahal di sini jelas yang lebih salah ialah azell yang sudah memeluk laki laki lain tanpa ijin dulu kepada abra, mungkin jika azell menyempatkan waktu untuk mengirim pesan singkat sebagai ijin nya kepada abra ketika akan memeluk Aldo, semua nggak akan seperti sekarang ini.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak