
Azell dan Ais menatap kiki masih tidak percaya, bagaimana bisa kiki merangkai kata seperti itu, yang awalnya lucu tapi di akhir kata menjadi begitu sweet menurut azell dan Ais.
" Gokil." Gumam adam melirik abra, membuat abra menatap Adam sambil memegang bahu adam.
" Parah.. Gombalan terunik yang pernah aku tahu." Ucap Tian yang juga dapat senyuman dari abra dan adam.
" Lo akan terkejut dengan tingkah cewek-cewek cantik itu." Ucap adam kepada Tian.
" Termasuk bini Lo bra?." Tanya Tian yang di angguki oleh Abra.
Tian tersenyum, ternyata meskipun paras mereka cantik, tapi mereka tidaklah seperti cewek-cewek yang lain, yang akan begitu menjaga image mereka.
Azell, Ais, dan Vita bersikap apa adanya di depan pasangan mereka, bahkan hal tergila seperti menyanyi dengan suara yang sama sekali tidak enak di dengar pun mereka pernah melakukannya di depan pasangan abra, adam, dan juga Kiki.
Dan itu yang membuat lelaki seperti abra dan kedua sahabatnya semakin tertarik dengan ketiga gadis cantik itu.
Tidak hanya cantik saja, tapi dekat dengan azell, ais, dan ViTa membuat abra, adam, dan kiki selalu bahagia, ketiga gadis cantik itu merubah hidup mereka dengan cara sederhana tapi begitu bermakna.
" Tidak semua cewek cantik itu menyebalkan." Ucap adam yang langsung di angguki oleh Tian.
__ADS_1
Dengan Tian yang masih menatap azell di depan mereka.
" Cie.. Yang udah baikan sampai nggak mau lepas pelukannya." Ledek Ais membuat Vita dan Kiki akhirnya melepaskan pelukannya.
" Kalau pengen bilang aja Ais ama Abi Adam." Jawab Vita membuat Ais membrengut kesal ke arah Adam yang malah sedang terkikik.
" Udah nggak apa apa kan?." Tanya Kiki lembut kepada Vita, yang di jawab Vita dengan gelengan kepala juga senyuman cantiknya.
" Oke... Let's go." Ucap Kiki menggandeng tangan Vita dan berlalu pergi.
Azell dan Ais berjalan di depan Abra, Adam dan Tian yang berjalan di belakang mereka.
Sampai akhirnya mereka sampai di depan. Mereka akan pergi dengan menggunakan 2 mobil saja.
Awalnya Tian menolak karena dia tahu pasti dia akan menjadi orang yang sangat tidak enak jika berjalan hanya sendiri tanpa pasangan, tapi adam terus memintanya dan alhasil sekarang Tian satu mobil dengan azell dan Abra.
Sedangkan Adam, kiki, Ais, dan Vita mereka juga satu mobil.
Abra yang biasanya menggunakan mobil kesayangannya, sekarang menggunakan mobil lainnya agar Tian bisa ikut bersamanya.
__ADS_1
Jujur saja satu mobil dengan azell malah membuat Tian semakin merasa tidak enak dan aneh, tapi Tian tidak mungkin menolak tawaran Abra tanpa alasan yang masuk akal.
Kini Abra sebagai pengemudi azell duduk di belakang sendiri, sedangkan Tian duduk di sebelah Abra.
" Lo nggak balik ke rumah?." Tanya Abra yang dapat gelengan kepala dari Tian.
" Lo nginep di hotel Gue aja." Sambung Abra yang dapat anggukan dari Tian.
" Lo kenapa sih Man? Sekarang aneh tau, nggak kayak tadi." Tanya abra karena Tian sedari tadi hanya menggeleng atau menganggukan kepala menjawab pertanyaan abra.
" Gue males balik ke New York, tapi Gue lebih males di sini." Jawab Tian membuat Abra menghela nafasnya.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak
__ADS_1