
" Loe dengar tidak???." Bentak Adam kepada sandro.
Membuat Sandro terkejut karena bentakan dari Adam.
" A... Aku k.... Kira azell SIM....pa...nan kak.... Kak Abra." Jelas Andrew tergagap juga dengan jantung yang berdebar bahkan rasanya barusan dia seperti tidak sadar mengucapkan kata-kata seperti itu karena saking terkejutnya.
Abra tersenyum kecut ia mengepalkan tangannya berusaha menahan amarah lain halnya dengan Adam terkejut dengan pemutusan berani anak curut ini.
Benar benar membuat singa jinak menjadi buas lagi pikir mereka.
" Kalau azell simpanan gue, loe mau apa?." Tanya Abra masih tenang tapi terdengar begitu menakutkan untuk sandro.
Sandro hanya bisa menggelengkan kepala nya, tidak lagi berani menjawab, membuat Abra kembali tersenyum miring.
" Dam Pastikan anak ini besok tidak lagi kuliah di fakultas xxxxx suruh pak Rendi untung mengurus kepindahan nya juga tempat tinggal nya." Ucap Abra kepada Adam.
Kini Kiki yang mendengar penuturan Abra begitu terkejut pasalnya menurut Kiki, Abra terlalu baik untuk laki-laki yang sudah melecehkan azel meskipun tidak secara langsung.
__ADS_1
" Loe beruntung Abra nggak bunuh loe tapi gue yang bakal matahin tulang-tulang elo." ucap Adam penuh penekanan kepada sandro.
Sandro hanya diam entah dia harus senang atau sedih karena tidak dapat amukan dari Abra hanya saja dia benar-benar harus meninggalkan fakultas yang menjadi favorit semua para mahasiswa dan mahasiswi di kotanya itu.
Bahkan dia terancam untuk pergi dari kota ingin meninggalkan keluarga dan hidup sendiri di kota orang lain.
Dengan memberanikan diri sendiri berucap kepada abra.
" Kak Abra, terima kasih banyak, sudah memaafkan saya." Ucap sandro gugup.
" Loe berani coba ganggu azell lagi, gue bakal marahin tulang tulang loe." Ancam Adam yang juga ikut pergi dan berlalu.
Sedangkan Kiki hanya menatap tajam dan menyusul Abra dan Dimas untuk pergi tapi sebelumnya dia kembali menatap sandro tajam dan memukul tembok membuat sandro bergidik ngeri. Tapi Sandra sangat bersyukur Abra masih begitu baik kepadanya kini dia hanya bisa pasrah dengan nasibnya.
Sandro memungut benda pipih yang sudah remuk hancur bahkan terlihat seperti rongsokan dan tidak bisa lagi digunakan, sandri menghela nafas panjangnya.
Malam sudah semakin larut dengan rasa yang masih ketakutan sandro memutuskan untuk pulang dan menanyakan kepada bapaknya.
__ADS_1
Ada hubungan apa antara Abra dan azazel sandro masih penasaran akan hal itu mungkin bapaknya tahu pikir sandro.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Dengan rasa yang begitu melelahkan Abram melajukan mobilnya di perjalanan tengah-tengah kota untuk menuju ke rumah mertuanya di mana sekarang istrinya sedang tidur tanpa dirinya.
Jalanan yang sudah cukup sepi meskipun masih ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang tapi seakan membuat pikirannya tidak bisa lepas dari istri cantik nya.
Meskipun dalam keadaan lelah masih saja agar terlihat tampan jika saja azell berada disisinya saat ini mungkin ceritanya akan berbeda.
Azell pasti akan selalu terpesona dengan wajah rupawan yang Abang miliki memang benar jika dia adalah idola bahkan bukan hanya idola untuk semua orang, tapi juga idola di hati istrinya, superhero untuk Azell sudah menyelamatkan hasil dari monster bringas yang akan memakan Azell, meskipun tanpa azell tahu memang itu sudah kewajiban Abra sebagai suami azell untuk melindungi nya.
...❤️❤️❤️❤️...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1