
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Setelah selesai makan malam bersama, azell dan abra langsung menuju kekamar mereka. Banyak yang harus abra persiapkan untuk keberangkatan Sandro besok, meskipun dia menyuruh Adam untuk menyiapkan semuanya, tak berarti abra lepas tangan begitu saja.
Dia juga harus memikirkan tempat tinggal Sandro selanjutnya, tapi jika Sandro mau, Sandro boleh tinggal di hotel tempatnya bekerja. Dimana hotel itu milik abra sendiri, bukankah Abra begitu baik kepada Sandro atas apa yang sudah Sandro perbuat. Nyatanya abra masih memikirkan kehidupan Sandro di negri orang, bukan hanya mengirim Sandro tanpa tujuan yang jelas.
Ting
Pesan masuk di ponsel abra.
📩 Adam
" Amu tunggu di caffe biasa, ni anak curut ada ma gue..."
" Hufh..." Abra membuang nafasnya kasar.
" Kenapa bang.?? " Tanya azell kepada abra. Jujur saja abra bingung harus berkata apa, jika dia meninggalkan azell saat ini mungkin saja azell akan kembali ngambek seperti tadi.
Tapi dia juga harus menemui adam sekarang ini juga.
" Nggak apa apa.. Bobo ayo yank.." Ajak abra berharap azell segera tidur.
__ADS_1
Karena tentu saja Abra harus menemui anak curut itu malam ini juga, sebelum besok pagi pagi sekali dia sudah lepas landas. Abra memeluk azell, dia ikut memejamkan matanya agar azell juga tertidur.
Azell menatap abra yang sudah terpejam, azel mengernyitkan keningnya, Aneh sekali pikir Zell, biasanya sebelum tidur Abra akan menggodanya terlebih dahulu.
Atau jika tidak mereka akan sama sama bercerita tentang apa saja yang mereka lakukan di hari itu.
Cup... Abra mencium bibir azell.
" Hampir lupa.." Ucap abra dengan senyum tampannya, membuat azell rasanya ingin menggigit abra saja.
" Abang udah mau bobo..?? " Tanya azell yang ntah kenapa malah susah untuk tertidur.
Membuat Abra semakin gusar saja, abra berharap untuk malam ini azell bisa tertidur dengan cepat, tapi nyatanya mungkin harus dengan seribu cara untuk menidurkan wanita hamil yang sedang sensitif ini.
Azell menatap Abra dengan kesal, sebenarnya hati kecilnya menginginkan jika azell masih ingin mengobrol dengan suaminya, tapi bagaimana lagi abra terus memintanya untuk segera tidur. Aneh sekali pikir azell.
Sepuluh menit sudah berlalu, mata azell masih enggan terpejam, masih sangat bulat bahkan belum ada tanda tanda ngantuk sama sekali.
Azell menatap langit langit kamarnya, sedangkan abra mengintip azell dari sudut matanya yang dibuka sedikit, tapi melihat mata azell yang masih begitu segar, membuat muncul ide jail Abra.
" Hmmm.. Yank bumil harus tidur cepat, kalau tidak mau pas lahiran jadi zombi.." Ucap abra yang berpura pura mengigau.
__ADS_1
Asli saat ini abra sangatlah konyol, bahkan lebih konyol dari azell. Azell menoleh ke arah Abra yang masih memejamkan matanya, azell tersenyum aneh.
" Bisa aja ya.. Cowok ganteng ngigaunya..." Ucap azell yang tentu saja terdengar oleh Abra.
Membuat Abra seketika melotot kesal, bukan matanya yang melotot, tapi hatinya mendengar apa yang dikatakan oleh Azell.
Azell dengan gemas menarik hidung mancung abra, membuat abra reflek terengah engah nafasnya, Abra terbatuk tapi masih saja memejamkan matanya.
Tentu saja agar dia benar terlihat tertidur, menyempurnakan sandiwaranya saat ini.
" Bobo dong yank.. Please..." Mohon Abra dalam hatinya.
Sampai akhirnya, azell benar benar tertidur, tapi sayang bukan hanya azell saja yang tertidur, melainkan Abra juga.
Padahal sedari tadi sudah abra tahan tahan agar tidak ngantuk dan benar benar tidur. Tapi nyatanya tidak mudah memang memejamkan mata hanya untuk pura pura tertidur dalam waktu yang cukup lama. Sampe akhirnya Abra dibangunkan oleh getaran Ponselny, untung saja ponselnya dalam mode getar saja, jika tidak mungkin azell juga akan terbangun.
Adam menelfon abra untuk cepat menemuinya, karena sedari tadi adam dan juga Sandro sudah menunggu hampir satu jam di caffe.
Tapi abra tak kunjung datang, dan dengan kesal Abra menghubunginya lagi.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...