
" Azell.! " Teriak Vita girang melihat azell yang sudah sadar dari pingsannya. Hampir saja Vita ngakak melihat pemandangan yang begitu konyol menurutnya, pasalnya azell sedang disuapi oleh seseorang yang merupakan pegawai klinik tersebut.
" Sorry.. Udah bikin kalian khawatir." Ucap azell merasa tidak enak kepada kedua sahabatnya.
" Nggak apa apa lagi Zel. Tapi sumpah ya tadi aku hampir pingsan juga gara gara kamu." Kesal Vita kepada azell, membuat azell hanya tertawa renyah menanggapinya.
" Kamu udah baikan kan.??." Tanya Ais memastikan.
" Seperti yang kamu lihat." Jawab azell dengan senyum mengembang.
" Kamu nggak diinfus Zel..?? " Tanya Vita melihat azell yang hanya sedang disuapi oleh pegawai klinik juga dengan beberapa minuman.
" Nggak lah.. aku tadi cuma kelaperan sama kurang minum aja.. Tapi kata Bidannya nggak diinfus juga nggak papa asal banyak minum." Jelas azell membuat Ais dan Vita mengangguk mengerti.
" Malu maluin banget kamu... Istri Abraham Prayoga pamungkas sampe kelaperan..." Ledek Vita membuat azell dan Ais juga tertawa.
Begitu juga dengan pegawai yang sedang menyuapi azell ikut tertawa mendengar celotehan Cewek cewek cantik di depannya.
" Btw... Yang tadi itu siapa..?? " Tanya azell tiba tiba membuat Ais teringat dengan Sandro yang masih menunggu di depan.
__ADS_1
Juga meminta bantuan kepadanya untuk bertemu dengan azell terakhir kali, tentunya sebelum Sandro di depak oleh Abra ke negri orang.
Begitu juga dengan Vita yang tadi tidak memperhatikan juga menanyakan kepada ais tentang laki laki yang ikut dengan mereka, tentu saja karena Vita sudah begitu cemas akan keadaan azell, yang ternyata karena kelaperan. Padahal azell tidaklah pernah telad makan, atau kekurangan makan, tapi ya begitulah ibu hamil bentar bentar bentar merasa lapar, meskipun usia kandungan azell yang dibilang masih cukup muda.
Ais masih terdiam, dia sendiri bingung harus mengatakan kepada azell, tapi sekali lagi mengingat tatapan Sandro yang seperti meminta, membuat ais harus berkata apa adanya kepads azell.
" Siapa Ais...?? " Tanya Vita yang juga sama penasarannya dengan azell.
" Dia ituuu.." Ucap Ais terputus karena ponsel azell yang sudah berbunyi.
Ternyata Abra yang menghubunginya, abra menanyakan keberadaan azell, karena tak menemuinya di parkiran Sekolah.
Abra memang sedikit telat dari biasanya, karena ada beberapa hal yang harus dia selesaikan terlebih dahulu di kantornya.
" Kita ke mall yuk. Aku bilangnya kita lagi ngemall." Ucap azell yang rupanya membohongi abra.
Sungguh sebenarnya tidak ada niatan azell untuk itu, tapi jika abra juga kedua orang tuanya dan mertuanya tahu, sudah dipastikan Zela akan berbaring di rumah sakit.
Dan azell tidak mau itu terjadi, mengingat dirinya hanya kelaparan saja tadi, sungguh memalukan dan konyol memang jika azell teringat akan hal itu.
__ADS_1
" Kami beneran udah nggak apa apa.?? " Tanya Vita memastika.
" lya. Aku nggak apa apa kok.. Sehat banget aku sekarang." Jawab azell mantab membuat Ais dan Vita mengangguk mengerti.
" Let's go.." Sambung Vita girang. Urusan ngemall emang Vita ratu nya, bahkan tanpa kedua sahabatnya pun kadang Vita suka kluyuran ke mall, siapa lagi kalau bukan Mami nya yang menjadi teman mondar mandir Vita di mall.
Tidak lama, mereka keluar dari ruangan itu, dan ketika sampai di ruang tunggu tadi, tidak ada lagi sosok Sandro, membuat Ais celingak clinguk mencari keberadaan Sandro.
" Kemana tuh cowok..??." Pikir Ais yang tak juga menemukan keberadaan Sandro.
Mereka menuju parkiran di mana Sandro tadi memarkirkan mobil Vita, masih saja tak menemukan sosok Sandro.
Tapi ketika mereka akan masuk kedalam mobil, ada satu kertas terjatuh, membuat Vita yang pertama melihatnya mengambil dan membacanya.
" Azela.. Maafkan semua kesalahanku, aku hanya butuh maaf darimu... Seperti itulah tulisan di kertas yang Vita temukan.
" Gaes...Ini kertas buat kamh deh Zel." Ucap Vita sambil menyerahkan kertas tersebut.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...