
Di sisi lain di kamar Azell dan Abra.
" Maaf ya." Cicit Abra. azell yang tadinya menatap Abra geram menjadi pasrah, suaminya tak sepenuhnya salah atas perlakuannya dia tak mungkin marah karena Abra menciumnya tapi satu masalahnya kenapa tidak di mengunci pintu nya terlebih dahulu, kan akhri nya kepergok lagi, bukan Rio sekarang Devan pikir Azell, kenapa dua orang ini sama sama menyebalkan, huh.
" Tidak apa apa, lain kali kalau mau cium, cek pintu dulu sudah di kunci apa belum, ini masih di rumah bunda." Ucap Azell.
" Aa' tidak tahu kalau pintu belum kunci he he he." jawab Abra nyengir.
Abra menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur, dia ingin beristirahat sejenak. " Kok malah tidur?." Tanya Azell sudah menggunakan baju rumah nya menatap Abra yang berbaring di atas tempat tidur, dengan posisi miring dan tangan nya mengelus elus kasur. " Ngantuk dek, capek." Jawab Abra. " Iih Aa', turun dulu bentar yuk, nanti naik lagi kalau memang mau tidur." Bujuk Azell berusaha menarik Abra agar terduduk. " Kiss dulu." Ucap Abra sudah terduduk menatap Azell. Tanpa berpikir panjang Azell langsung mencium pipi Abra. " Bukan di pipi dek." Protes Abra.
Tanpa pikir lagi, Azell berganti mencium bibir Abra dan saat akan melepas kecupan itu, Abra menahan langsung tengkuk Azell dan mereka kembali hayut dalam permainan nya, Azell yang tadi meminta agar cepat turun malah sekarang mengikuti permainan suami nya lagi, posisi mereka sudah berubah, mereka berdua berada di atas kasur dan Azell berada di bawah, Abra dengan sangat lihai memimpin permainan nya, mereka menghentikan kegiatan nya, Abra menempel kan kening nya pada kening Azell, mereka berdua menormalkan nafas mereka yang masih terengah engah.
" Sayang, cepat lulus ya, adik pasti bisa merasakan kalau ada yang bangun di bawah, dia yang sering berontak kalau adik sama Aa' berdekatan begini." ucap Abra.
Azell merasakan sesuatu yang bengganjal di bawah sana, Azell tidak berani melihat ke bawah, ternyata ini yang membuat suami nya mupeng kalau mereka berdua melakukan kegiatan intim begini.
__ADS_1
" Ah besar panjang banget punya Aa', aduh kenapa pikiran ku mesum banget sih, ayo jell jangan aneh aneh, takut nya nanti kamu terpancing." ucap Azell dalan hatinya.
Abra membersihkan bibir Azell yang basah karena ulah nya, di pandangi bibir istri nya ternyata sedikit bengkak.
" Kok bengkak sih, apa permainan ku kasar ya, moga saja adik gak sadar." ucap Abra dalam hati.
Mereka berdua saling menatap.
Aa' sayang sama adik, Love you my wife." ucap Abra.
" Semoga kita selalu bisa bersama meskipun nanti ke depan nya banyak kerikil yang menghampiri rumah tangga kita sayang." ucap Abra.
" Amiiin A', kita saling sayang, cinta, melengkapi, dan percaya." ucap Azell dan Abra mengangguk kan kepala nya.
" Yuk turun pasti Abang sudah nunggu kita, nanti bang Devan masuk kamar lagi dek " ajak Abra.
__ADS_1
Mereka berdua turun ke bawah.
" Maaf kak lama." Ucap Azell duduk di samping Elmira, dan Abra akhir nya duduk di samping Dewa.
" Mantap mantap dulu ya lama." Jawab Daren.
" Abang ih."
" Devan" Ucap Azell dan Dewa bersamaan, sedangkan Abra menangkap muka nya dengan satu tangan.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1