FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 674


__ADS_3

Karena mobil yang sudah berjalan. Membuat azell tiba-tiba merasa sedikit dingin, tidak lagi panas seperti tadi, azell ingin mengatakan kepada abra kalau dia kedinginan, azell juga ingin mengecilkan AC mobilnya, tapi rasa gengsinya terlalu besar.


" Ekhem... Ekhem." Deheman azell bermaksud agar abra peka dan tau keinginanya untuk mengecilkan ACnya.


Tapi yang namanya laki-laki kadang harus di jelaskan agar dia lebih mengerti keinginan wanitanya, begitu juga dengan abra yang saat ini tidak tahu sama sekali dengan maksud azell.


Abra malah melirik azell sekilas dengan senyum, Brayen berfikir jika azell akan meminta maaf karena sudah terlalu lebay, marah padanya hanya karena sebuah deheman saja.


Masih di perjalanan. Azell masih diam dan menahan rasa dinginnya, jujur saja azell sudah tidak tahan rasanya, sekujur tubuhnya seperti mengigil, begitu juga dengan abra yang juga tidak tahan dengan dinginnya yang berada di mobil seperti berada di pegunungan.


" Yank sorry aku dingin banget." Ucap abra sambil mematikan ACnya.


Tidak ada jawaban dari azell, meskipun sebenarnya azell juga merasa lega karena akhirnya dia juga tidak tersiksa dengan dinginnya AC mobil.


Tetap di cueki oleh azell membuat abra memikirkan ide gila agar istri cantiknya tidak lagi marah dengannya.


Dan seperti doa yang terjawab, tiba-tiba ponsel abra berbunyi, panggilan telepon dari ada


yang akan menanyakan tentang rencana makan malam nanti di hotel.


Abra sudah menyuruh adam untuk menyiapkan segala sesuatunya.

__ADS_1


Tapi anehnya, abra malah dengan sengaja berbicara yang sama sekali tidak adam mengerti, abra terus berbicara tentang rencana dadakannya ke New York pekan ini.


Dan tentu saja apa yang abra katakan membuat azl mau tidak mau mendengarnya dengan seksama.


Jika tadi azell akan bersikap cuek dengan abra, kali ini azell diam-diam memperhatikan abra.


Sedangkan adam di sebrang telepon tampak kebingungan dengan sikap aneh abra.


Adam menggaruk kepalanya yang tidak gatal, perkataan abra tidak nyambung sama sekali dengan rencana makam malam nanti.


" Oh... Dasar abra edan." Gumam adam sambil mematikan teleponnya.


Begitu juga melihat wajah azell yang sudah memerah karena mendengar jika abra akan meninggalkan nya ke New York dengan keadaan azell sedang hamil besar.


Tapi sebisa mungkin abra bersikap biasa, atau di buat sedikit mellow sekarang ini.


" Bang." Ucap Azell


"Yank." Ucap azell dan abra barengan.


Membuat abra tersenyum, rencana membuat istri cantik nya tidak lagi marah seperti nya akan berhasil.

__ADS_1


" Kenapa?." Tanya mereka barengan lagi, yang membuat keduanya tersenyum, tapi jika abra mirip senyuman devil saat ini.


" Abang dulu aja." Jelas azell kepada abra.


" Kamu dulu aja yank, wanita kan harus di dahulukan." Jawab abra lembut yang sontak membuat azell hampir meleleh.


Hufh... azell menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya agar tidak sedih atau pun semakin marah dengan suami tampan nya yang berada di sebelah nya.


" Aku mau ikut. " Ucap azell singkat tapi mampu membuat abra menghentikan mobil nya.


Sssssttt.. abra ngerem mendadak, tapi tidak terjadi apa-apa di antara mereka.


...❤️❤️❤️❤️...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


Mampir ke ceritaku yang lain ya kak


__ADS_1


__ADS_2