
Mobil Abra berhenti tepat di depan rumahnya. Dengan segera Azell dan Abra keluar dari dalam mobil untuk masuk ke rumah.
Sampai di rumah ternyata Papa dan mama sedang duduk santai di depan tv. Dengan segera Azell menemui kedua mertuanya di ikuti oleh Abra yang berjalan di belakangnya.
Setelah mencium tangan mama dan Papa, azell dan Abra duduk di sebelah kedua Orang Tua paruh baya itu, tentu saja Azell yang sudah tidak sabar ingin menanyakan kepada mama tentang bagaimana nasib sekolah dara nantinya.
" Ma.." Panggil Azell dengan sedikit ragu.
" lya sayang." Jawab mama lembut.
Mama menatap azell yang terlihat malu atai ragu ingin menanyakan sesuatu kepada dirinya.
" Kamu pasti penasaran dengan temanmu itu kan Nak? " Tanya Papa seketika membuat Azell menoleh ke arahnya dan menganggukan kepalanya pelan.
Papa terkekeh, menantu cantiknya sangat lucu Pikir Papa
" Tanyakan saja sama mama mu Nak" Sambung Papa yang di angguki oleh azell dengan senyum cantiknya.
Azell menatap mama lagi yang sedang tersenyum begitu manis ke arahnya.
__ADS_1
" Sini sayang " Ucap mama menyuruh Azell untuk duduk di dekatnya.
Azell menurut, kemudian dia beralih duduk di sebelah mama.
" Berasa anak tiri nih aku" Sindir Abra yang langsung dapat tatapan tajam dari mama, membuat Papa dan Abra terkekeh, sedangkan azell menggelengkan kepalanya dengan senyumnya.
" Sayang... Kamu begitu penasaran ya dengan temanmu? " Tanya mama yang langsung di angguki oleh azell.
" Maaf mam sebelumnya kalau Azell lancang, Dara memang salah, bahkan melakukan kesalahan yang begitu fatal, tapi Azell kngin dia mendapat keadilan seperti azell" Jelas Azell dengan sedikit ragu.
Kembali Papa dan mama semakin tersenyum, ternyata menantu cantiknya mempunyai sifat yang sama seperti mereka.
" Begini Nak, kamu tenang saja masalah Dara, dia masih bisa kuliah di semester awal, kami memberinya kesempatan" Jelas mama yang langsung di tatap azell seperti tatapan tidak percaya.
" lya sayang." Jawab mama pasti, yang langsung dapat pelukan hangat dari azell.
' Maksih ma.... Makasih banyak.. Makasih papa.." Jawab azell yang begitu bahagia.
Mama dan Papa lagi-lagi mengangguk dengan senyum, sedangkan Abrq hanya menyaksikan istri dan orang tua nya yang sedang bahagia.
__ADS_1
" Tapi Kamu harus tau sesuatu hal lagi" Ucap mama membuat Azell melepaskan pelukan nya dan menatap bingung mama bergantian dengan Papa.
" Kenapa ma? " Tanya Azell sedikit takut, takut kalau kedua mertua nya hanya ngeprank saja untuk membuat azell bahagia.
" Semua ini juga karena suamimu sayang, dia begitu banyak membantu masalah ini" Jelas Papa membuat azell menatap mama seperti tidak percaya.
Tapi mama segera menganggukan kepalanya, pertanda mengiyakan apa yang di katakan oleh suami nya tentang anak nya Abra yang memang sudah membantu mereka.
Azell beralih menatap Abra yang sedang berlagak sedikit sombong, tentu saja dia sombong jika dia di puji oleh kedua Orang Tuanya di depan istri cantiknya.
" Beneran bang?. " Tanya azell memastikan kepada Abra.
" Huhh... Aku nggak mau sombong sama kamu yank " Jawab Abra songong yang langsung dapat pelukan dari Azell.
Tanpa di sadari Azell mencium pipi Abra di depan kedua mertua nya, tentu saja karena Azell begitu dan
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
__ADS_1
......****Jangan lupa, Like dan Vote**...