
Samar samar mereka mendengar beberapa anak yang sedang mengobrol tentang keadaan Dara, bahkan terdengar jika pemilik kampus yang tak lain tak bukan adalah Papa mertua dari Abra sendiri yang akan bertemu dengan Pak Dodi selaku kepala fakultas kedokteran, juga kedua orang tua Dara tentunya.
Seketika membuat ketiga gadis cantik itu melotot. Fix.. Dara benar benar dalam masalah, pikir mereka barengan.
" Gaes.. Jangan jangan pas waktu itu kita lihat tuh bakwan di parkiran Mall sama om om.. Lanjut ke hotel ya." Ucap Viya dengan nada sepelan mungkin.
" Bisa jadi..." Jawab azell singkat.
Jujur saja Azell tidaklah mau berkomentar tentang hal ini, dia sendiri merasa tidak adil jika Dara memang terbukti hamil dan akan di keluarkan dari kampus.
" Gatel sih dia.." Sambung Ais yang memang sangat kesal dengan yang namanya Dara.
" Ais .. Ikh.." Tegur Azell yang mendapat cengiran dari Ais.
" Aku rasa juga kemarin mereka ngomongin aku pas tahu aku nikah ma Abang...." Sambung azell yang diangguki oleh Ais dan Vita.
" Mereka emang ngomongin Kamu.. Tapi nggak kayak sekarang ini.." Jelas Ais membuat zell mengernyitkan keningnya.
" Ya.. Kan mereka pada patah hati Azell.. Udah pasti lah ngomongin kamu nya sambil nangis nangis... Hu.Hu.Hu.." Sambung Viya yang juga menirukan suara tangisan mereka.
__ADS_1
Kembali membuat azell tertawa, jujur saja untuk saat ini azel sampai lupa jika suaminya sedang berada di perjalanan untuk ke negri orang.
Tapi mungkin sebentar lagi azell akan ingat, jika dia membuka ponselnya, yang terdapat foto dirinya dan abra sebagai wallpaper di ponselnya.
Membuat rasa sepi yang azell rasakan tadi melanda hatinya lagi, bahkan ini masih sangat lama untuk dia dan abrw bertemu lagi.
Ini baru setengah hari yang di rasa azell sudah seperti setengah tahun lamanya, azell mengambil ponselnya yang sedari tadi tergeletak di dalam tas nya, tapi hasilnya nihil, sama sekali belum ada pesan atau panggilan telp dari abra.
Membuat azell menghela nafas panjangnya, tentu saja abra masih dalam perjalanan, bahkan masih lama untuk sampai di sana.
Ais uang melihat azell kembali murung menjadi kasihan lagi, sedangkan Viyq masih dengan bingungnya, melihat kedua sahabatnya dalam ke adaan yang melow melow begini.
" Aku ditinggal abang." Jawab azell akhirnya yang tidak bisa menahan tangisnya.
Membuat Vita melotot tak percaya.
"Astaga... Azell ini benar benar seperti anak kecil, baru ditinggal saja sudah sebegitu galaunya, tapi apalah boleh buat, azell sekarang ini memang sedang mudah sensi.
Ingat Zela sedang hamil so moodnya gampang sekali berubah ubah.
__ADS_1
" Astaga.. Kak abra tega ngelakuin itu ke kamu..? " Tanya Vita yang mengira jika abra sudah meninggalkan azell dengan menyakiti hati bya atau bersama dengan orang lain.
Azell mengangguk dengan tangisnya.
" Udah.. Ayo ke mobil dulu.." Ajak ais kepada azell dan Vita, Setelah di dalam mobil, azell kembali menangis pelan membuat Ais sedikit bingung bagaimana mengatasinya, tentu saja obat untuk menghentikan tangisan azell adalah abea sendiri.
'Van.. kamu kedepan gih.. Bilang sama sopir mu buat balik aja.. aku pulang bareng kalian..." Suruh azell masih dalam tangisnya.
Membuat Vita mengangguk dan langsung menghampiri sopir yang bertugas menjemput azell. Benar saja mobil mewah azell sudah berada tepat di depan gerbang, dengan penuh amarah Vita menghampiri sopir itu.
" Pak." Ucap Vita membuat Sopir itu menoleh ke arah Vita
" Eh.. Non Vita.. Dimana Non Azell ya..?? " Tanya Sopir itu dengan sopan.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...
__ADS_1