
" Kamu sepupu nya Abra?." Tanya Feli.
" What the hell? Sepupu?, emang wajah kita berdua mirip apa?." Ucap Azell dalam hati nya
" Bukan Fel, dia ist...." Ucap Abra terhenti oleh ucapan Azell.
" Tunangan nya Aa'." Potong Azell tersenyum pada Feli, bisa berabe urusan nya kalau suami nya berkata diri nya adalah istri nya. Abra menoleh pada Azell.
" Ah iya Fel, Azell tunangan gue." Ucap Abra menegaskan setelah sadar akan ucapan nya yang hampir membawa bomerang untuk mereka.
" Tu.... tunangan?." Tanya Feli kaget.
Mereka berdua hanya mengangguk kan kepala nya saja, raut wajah Feli berubah pias, Feli menatap wajah Abra dengan tatapan yang hanya Azell yang tahu arti nya tatapan tersebut.
" Bahkan, Abra nyebut diri nya gue." Batin Feli.
" Lu sama siapa?." Tanya Abra pada Feli.
__ADS_1
" Hah?, Aku sama saudara, ya sudah aku duluan ya, bye!!!." Pamit Feli yang tertuju hanya untuk Abra, Abra hanya mengerutkan dahi nya, lalu tatapan nya beralih pada Azell, Azell menunduk memainkan ponsel nya.
" Dek." Panggil Azell.
" Permisi, ini pesanan nya." Belum sempat Abra melanjutkan ucapan nya sudah terpotong karena pesanan mereka datang, Akhir nya mereka memakan makanan mereka dengan hening.
Setelah pulang dari mall tadi, Azell masih saja diam tidak cerewet seperti biasa nya, Abra pun bingung dengan sikap istri nya itu, walaupun Azell masih menjawab setiap pertanyaan Abra tapi jawaban hanya singkat dan terkesan datar, setelah sholat isya' biasa nya Azell akan mengekori Abra keluar untuk menonton Tv, tapi sekarang Azell langsung berbaring di atas tempat tidur setelah membereskan alat sholat nya.
Abra memilih untuk mendekati istri nya duduk di samping tempat tidur, Azell tidur dengan posisi membelakangi nya, pasti ada yang salah dan diri nya harus segera menyelesaikan agar tidak berlarut larut dalam keadaan seperti ini.
" Kenapa? Aa' butuh sesuatu?." Tanya Azell datar.
" Aa' cuma butuh kamu dek." Ucap Abra lalu ikut berbaring di belakang Azell yang masih cukup memiliki space untuk nya, setelah Abra berkata seperti itu Azell tidak membuka suara lagi.
" Adek kenapa?." Tanya Azell memeluk Azell, Azell masih diam.
" Dek? Jangan diem saja, Aa' tahu pasti Aa' melakukan kesalahan, tolong kasih tahu Aa', mungkin bagi Aa' itu benar tapi bagi adik salah." Ucap Abra.
__ADS_1
" Aa' tidak salah apa apa." Jawab Azell, lagi lagi dengan jawaban yang datar. Abra tersenyum, dugaan nya benar kalau istri nya sedang merajuk, namun ia juga tidak tahu kesalahan nya apa pada diri nya.
" Kalau Aa' tidak salah, adik tidak bakal seperti ini dan tidak bakal diemin Aa' seperti ini." Ucap Abra dan Azell tetap diam tanpa mau menjawab ucapan dari suami nya.
" Dek, Aa' minta maaf." Ucap Abra membalikkan tubuh Azell untuk menghadap nya, mata istri nya terpejam membuat Abra terkekeh.
" Aa' tahu aduk pura pura tidur." Ucap Abra mengecup ke dua mata Azell yang terpejam, seketika mata Azell terbuka lebar.
" Ishhhh! Nyosor saja." Kesal Azell menatap Abra sengit, Abra nyengir.
" Tuh kan, adik kenapa? Bilang sama Aa'." Ucap Abra dan Azell hanya menggelengkan kepala nya saja tanpa mau melihat ke arah wajah Abra.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1