
Mona kini ikutan duduk bersama ketiga gadis cantik itu, siapa lagi kalau bukan Azell, Ais dan juga Vita, Mona menghembuskan nafas panjangnya pelan, lalu menggenggam tangan azell, membuat azell menatap Mona dengan tatapan seperti meminta penjelasan.
Begitu juga dengan Ais dan Vita yang masih setia menemani azell.
" Ada apa Kak.?? " Tanya azell yang sudah sangat penasaran, membuat mona tersenyum kepada Azell.
" Dengerin Kakak ya Dek... Kamu harus hati hati dari sekarang.. Terutama kalau kamu ketemu sama temen kampus Kakak.." Ucap Mona membuat azell mengernyitkan keningnya.
Tapi azell segera mengerti apa yang dimaksud oleh Kakak nya, siapa lagi kalau bukan Feli, ya temen kampus yang dimaksud Mona ialah Feli. Memang siapa lagi yang berani membuat Mona secemas ini terhadap adik sepupu nya Azell.
" Sorry ya Kak.. Apa yang Kakak maksud itu Kak Feli.?? " Tanya Azell meyakinkan dirinya.
Sontak saja membuat Ais dan Vita saling pandang dengan diamnya, tapi menurut mereka berdua ada benarnya jika Feli lah yang harus azell khawatirkan, atau lebih tepatnya Azell harus lebih hati hati.
Mengingat apa yang sudah pernah Feli lakukan, juga Feli yang begitu menginginkan Abra.
" Zel kamu nggak usah takut, jangan jadi beban pikiran juga.. Kakak hanya menyarankan agar kamu lebih hati hati." Jawab Mona masih dengan menggenggam tangan azell.
Azell mengangguk juga tersenyum, azell bersyukur jika sekarang Mona benar benar sudah menjadi sosok Kakak sepupu yang begitu baik padanya.
" Kak Mona tenang aja.. aku pasti hati hati kok..." Jawab Azell mantab, membuat Mona kembali tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
" ais...vita. Tolong titip azell ya.. Jagain adek ku.." Ucap Mona dengan senyum manisnya kepada Ais dan Vita.
" Siap Kak Mona..." Jawab Ais dan vita barengan.
Setelah apa yang Mona katakan kepada azell cukup, Mona kembali ke kampusnya.
Sebenarnya masih ada beberapa hal yang ingin mona katakan, tapi mengingat Azell yang sedang mengandung, azell mengurungkan niatnya, Mona tidak ingin azell jadi banyak pikiran.
Merepotkan memang mempunya suami yang di gilai banyak wanita pikir Mona.
Siang ini cukup panas memang, matahari begitu terik, membuat orang orang yang tidak berada di ruangan ber AC sudah pasti merasa gerah,
Tapi sayang Ais tidak bisa dengan jelas melihat wajahnya, karena ia memakai masker juga topi, yang Ais tau jika seseorang ini adalah laki lami, tapi siapa..??? Ais terus ditarik tangannya menuju ketoilet, sangat disayangkan juga jika aksi laki laki tersebut sama sekali tidak dilihat teman teman yang lain.
Ais mencoba untuk memberontak, tapi mulutnya sudah dibekam olehnya, membuat Ais dan laki-laki itu akhirnya sampai di toilet.
" Emmmm."Ucap Ais mencoba memberontak, membuat laki laki itu akhirnya melepaskan bekamannya di mulut ais.
" Too..." Teriak Ais yang langsung kembali dibekam olehnya.
Tangan cowok itu gemetar, dan Ais bisa merasakan itu, jujur saja Ais juga merasa takut tapi dia juga sangat ingin tau siapa sebenarnya laki laki yang di hadapannya ini, rasa penasaran Ais sangatlah tinggi dari rasa takutnya.
__ADS_1
Laki laki itu menatap ais tajam, tapi dapat dilihat dari sorot matanya, jika cowok itu seperti menginginkan sesuatu, ntah itu Ais sendiri belum mengerti.
Dengan pelan laki laki itu melepaskan bungkamannya lagi dari mulut Ais, kali ini Ais tidak lagi ingin berteriak, dia juga menatap laki laki itu dengan seksama.
" Siapa loe..?? " Tanya ais pelan kepada laki laki didepannya.
Dengan pelan, dia membuka topinya, lalu membuka masker yang dipakenya, membuat seketika mata ais melotot dengan tajam.
" Laki laki ini." batin Ais.
" Apa yang loe inginkan..??? " Tanya Ais dengan volume naik satu oktaf.
Sontak saja membuat laki laki itu kembali membekam mulut Ais. Tapi kemudian melepaskannya lagi.
" Please... Bantuin gue.." ucap laki laki itu memohon kepada Ais, membuat Ais mengernyitkan keningnya.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...
__ADS_1