
Membuat Adam menggelengkan kepalanya dengan tingkah Abra yang aneh, bentar-bentar senyum dan itu sudah di pastikan karena azell istrinya yang sedang jauh darinya.
" Kamu pura-pura mati aja bra.." Ucap adam sekenanya.
" Ide bagus..." Jawab abra senang membuat adam semakin terkejut saja dengan sikap abra.
Bertahun tahun mengenal Abra, dan ini untuk pertama kalinya Adam melihat seorang abra dari sisi yang lain, Abra yang konyol dan aneh, bahkan seperti bukan Abra yang biasanya.
" Kami harus bantuin aku." Ucap Abra kepada adam.
Azell, Ais dan Vita masih saja bergurau, mereka sama sama curhat tentang ketiga cowok tampan yang menjadi Idola di hati mereka masing masing, siapa lagi kalau bukan abra, Adam dan juga Kiki.
Tapi tiba-tiba ponsel Ais berbunyi, dan adam yang menelfonnya..
" Kak adam telp aku." Ucap ais girang kepada azell dan Vita.
" Angkat.. Angkat." Suruh azell dan Vita kepada Ais.
Ais mengangguk dengan semangat, bahkan dia sampai menghela nafasnya, dan ekhem.. ekheemm... Ais berdehem agar suaranya enak di dengar, dasar konyol.
" Hallo Kak adam.." Jawab Ais dari sebrang telp.
__ADS_1
Ntah apa yang di bicarakan adam kepada ais, terlihat wajah Ais yang tekejut dan manatap azell dengan tatapan mata yang begitu sendu.
Sontak saja membuat azell dan Vita saling pandang, bahkan sekarang ini perasaan azell sekarang mulai tidak enak.
Ais menutup telpnya, dia menatap azell dalam, lalu memeluk azell dengan begitu erat, buliran air mata ais keluar begitu saja.
Membuat azell dan Vita saling pandang bingung.
" Ais. Ada apa...??" Tanya azell yang sudah begitu penasaran.
Tidak ada jawaban dari Ais selain memeluk azell dengan erat dengan buliran air mata yang terus menetes.
" Ais.. Jangan bikin kita takut.. Kenapa...?? " Tanya Vita yang begitu penasaran.
" Kenapa dengan abang..?? " Tanya azell yang sudah mulai takut.
Bahkan jantungnya mulai berdetak cepat, Ais bingung harus mengatakan bagaimana kepada azell, Ais tidak tega melihat azell..
" Ais... Katakan.." Suruh azell lagi kepada Ais dengan suara yang sedikit gemetar.
" Kak abra.. Kak abra kecelakaan Zel." Jawab Ais ragu, yang sukses membuat azell seperti tersambar petir di malam hari ini.
__ADS_1
Bahkan azell tidak bisa menangis, rasanya seperti mimpi mendengar berita itu, azell menahan sesak di dadanya, dunia yang begitu indah untuk dirinya sejak kehadiran abra, berubah menjadi gelap begitu saja karena kabar yang membuatnya seperti di jatuhkan dari ketinggian.
Azell masih dalam diamnya, dengan tatapan mata yang kosong, azell mengingat tadi pagi dia dan abra masih bertatap wajah meskipun endingnya mereka marahan karena ulah azell.
Azell merasa sakit di dadanya, sakit yang begitu dalam karena sudah membuat abra mengira jika Dia benar-benar marah kepadanya.
Azell tersenyum, senyuman yang begitu pahit, sekuat apapun azell tapi akhirnya air mata itu jatuh juga di pelupuk mata indanya.
Ais dan Vita sudah memeluk azell sedari tadi, mereka juga tidak bisa berkata selain hanya bisa menangis, dan memberi pelukan untuk menguatkan azell.
" Kak abra pasti akan baik-baik saja Zel." Ucap ais mencoba untuk menenangkan azell.
" Kak abra nggak akan tinggalin kamu. " Sambung Vita menguatkan. Azell mengangguk masih dengan tangisnya, azell percaya abra akan baik-baik saja, abra akan pulang untuk dirinya dan juga calon anak mereka.
" Ya Allah... tolong jaga suami hamba untuk hamba." batin azell memohon.
Tapi tetap saja air mata azell tidak bisa berhenti untuk menangis, bahkan azell dan kedua sahabatnya seperti hilang akal, mereka hanya terus menangis tanpa memberitahukan ini semua kepada mama dan juga Papa.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
__ADS_1
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...