
" OMG.. Cakep parah." Gumamnya pelan.
" Ssstt.. Kalian cepat layani aku." Suruh Abra yang membuat kedua pegawai itu langsung mengangguk.
Sedangkan Adam semakin melotot dengan ucapan Abra yang terdengar konyol itu, Abra menjadi berubah hanya karena sempat menahan rindu berada jauh dari Azell.
" Maksud Dia. Tolong kalian layani karena dia mau beli jam tangan di sini.. Secepatnya ya." Suruh Adam yang langsung di angguki oleh kedua pegawai itu.
Dengan segera kedua pegawai itu menunjukan 3 buah jam tangan dengan model dan harga yang berbeda tentunya.
Setelah memilih jam tangan yang di rasa paling bagus juga paling mahal di toko itu Abra tersenyum ke arah Adam, dengan senyuman setampan mungkin, tapi tentü saja selalu terlihat menyebalkan untuk Adam akhir akhir ini. Adam merasa ada yang janggal, juga hatinya merasa tidak enak, sudah di pastikan ada sesuatu yang tidak beres pastinya.
" Dam.. aku nggak bawa dompet." Ucap Abra seenaknya yang sukses membuat Adam melotot dengan kesal.
Adam menunjuk dirinya. Dan di angguki oleh Abra dengan terus menampilkan senyum mautnya untuk kaum hawa tapi tidak dengan Adam yang semakin kesal dengan ulah konyol Abra.
Tidak mau berdebat dan berlama lama di dalam toko, dengan segera Adam memberikan kartu kreditnya kepada pegawai itu.
Jam tangan yang Abra belikan untuk Zela cukup mahal, bahkan cukup menguras kartus kredit Adam, tapi tidak masalah karena Abra sudah pasti akan memberikan yang lebih untuk dirinya, Adam hanya kesal dengan ulah Abra yang konyol.
" Pulang begitu saja dari New York ke Indonesia dan membelikan jam tangan tanpa membawa dompet ataupun uang cash." Cibir Adam
__ADS_1
Fix... Abra benar-benar lelaki tampan yang paling konyol di dunia, dan bucin setang mati dengan seseorang yang dia sayangi.
Siapa lagi kalau bukan istrinya. Setelah selesai dengan pembayaran, kedua laki laki tampan itu pergi dari toko tersebut.
Tapi kedua pegawai toko itu sedari tadi sudah menginginkan untuk bisa berfoto dengan Abra.
" Kak. Boleh minta fotonya.?? " Tanya salah satu dari mereka. Tentu saja dengan wajah di buat sememelas mungkin.
Abra menatap adam, lalu mengangguk ke arah mereka.
" Tapi hanya kalian." Ucap Abra yang langsung dapat anggukan dari kedua pegawai itu dengan semangat.
" Terima kasih Kak.. Terima kasih banyak." Ucap pegawai itu yang di angguki oleh abra dan Adam.
Abra tidaklah mau sendiri berfoto dengan seorang wanita, dia akan menjaga hati azell meskipun sebenarnya azell tidaklah akan tau.
Mereka pergi dari toko jam tangan itu. Sedangkan kedua pegawai itu langsung memberitahukan kepada pegawai yang lain setelah abra dan adam pergi.
Kedua pegawai itu memarkan beberapa fotonya dengan Abra, membuat teman pegawai yang lain begitu terkejut dan kecewa tidak bisa melihat ketampanan Abra secara langsung.
Mobil Abra memasuki pelataran rumah mewahnya, mereka sudah sampai di kediaman keluarga Pamungkas.
__ADS_1
Saat mereka masuk ke dalam, rumah dalam keadaan begitu sepi. Hanya ada satu pelayan yang bertugas menjaga rumah. Bahkan adam juga bingung karena ini.
"Bi... Istri aku dimana..?? Mama dan juga papa..??? Tanya Abra mengira jika azell tidaklah mungkin akan ke kampus jika kemarin mendengar Dia kecelakaan di New York.
Bibi itu menampilkan wajah yang begitu sedih, bahkan dia berusaha untuk menangis di depan Anra.
" Non Azell.. den..." Ucap Bibi dengan nada yang sudah gemetar.
" Kenapa dengan istri saya Bi..?? " Tanya abra yang sudah mulai cemas.
" Non azell... Di bawa ke rumah sakit." Jelas pelayan itu sambil mengeluarkan air matanya.
Sontak saja membuat Abra teridam dan lemas mendengar apa yang pelayan rumahnya katakan.
Sedangkan Adam mulai mengerti dengan permainan yang sedang azell lakukan.
" Azell kenapa Bi..?? " Tanya Adam sengaja kepada pelayan itu.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
__ADS_1
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...