
Sampai tidak terasa mobil Abra sudah memasuki pelataran rumah Pamungkas.
Abra tidak seperti biasanya yang langsung masuk menemui istri cantiknya, kali ini dia sedikit ragu, padahal tadi ketika baru sampai kampus abra langsung merasakan kangen dengan azell.
Tapi sekarang semua berbanding terbalik. Hampir 5 menit sudah abra berada di mobil nya tanpa melakukan apa-apa.
Pikiran nya satu, mewujudkan keinginan azell atau mencoba sekali lagi untuk merayu azell agar melupakan keinginan nya untuk naik moge bersamanya ke hotel.
" Oke kita temui wanita unik ini sekarang." Gumam abra turun dari mobil nya.
Jika saja azell tau apa yang baru saja abra katakan, sudah dapat di pastikan semua tidak akan baik-baik saja, atau azell akan marah 7 hari 7 malam dengan nya, tapi beruntung azell masih berada di kamar nya sekarang.
Semua yang abra katakan hanya di dengar oleh diri nya sendiri.
Abra menuju ke atas di mana kamar nya berada. Sampai di depan pintu Abra terdiam dia merasa ragu. Antara dia akan membuka nya atau tidak, dengan segera abra menghela nafasnya untuk menenangkan diri nya.
Ceklek
Pintu kamar di buka oleh abra, dan betapa terkejut nya abra melihat azell yang sudah rapih dan siap untuk pergi.
Penampilan Azell sangatlah berbeda dari hari biasa nya, dan sekarang membuat Abra tidak bisa lagi berucap, istrinya memang sangatlah cantik, bahkan di saat wanita lain sedang hamil besar kadang kesusahan mempadu padakan pakaian, tapi tidak dengan azell yang terlihat cocok memakai pakaian manapun.
__ADS_1
" Abang." Panggil azell dengan nada senangnya.
Tentu saja azell senang, sebentar lagi keinginan nya akan segera terwujud.
" Apa sayang?." Tanya Abra masih dengan wajah takjub nya dengan mahluk Tuhan paling cantik ini.
" Kenapa lihatin aku kek gitu?." Tanya azell membuat Abra sedikit tersadar.
" Kamu cantik banget yank." Jawab Abra membuat azell blushing.
Selalu saja membuat azell tersipu dengan perkataan sederhana Abra tapi begitu bermakna untuk Azell.
" Abang capek nggak?." Tanya azell yang dapat gelengan kepala dari Abra.
" Sekarang aja gimana? ayo bang." Ajak azell membuat abra terdiam sejenak.
Azell menatap Abra bingung, karena tidak ada jawaban dari Abra.
" Ada apa?." Tanya azell bingung.
" Kamu nggak minta kita ke puncak kan yank?." Tanya Abra membuat Azell terdiam sebentar, lalu tertawa.
__ADS_1
" Nggak lah bang, bukan nya tadi Abang bilang mau ke hotel buat ngecek ya?." Jelas azell membuat Abra mengangguk pelan.
" Kenapa abang tanya gitu?." Tanya azell penasaran.
" Lupakan." Jawab Anda tapi malah membuat azell semakin penasaran.
" Kenapa?." Tanya azell sekali lagi.
" Bener pengen tahu?." Tanya Abra yang langsung di anggukin oleh Azell.
" Kalau ke puncak kita bisa bikin anak lagi." Jawab Abra membuat Azell terkejut tapi juga malu.
" Di hotel juga bisa bang, malah sepuas nya kan itu hotel papa." Jawab azell malu-malu dan langsung ngacir menuju ke bawah.
Sebelum abra tahu wajah azell sekarang yang sudah sangat merah karena perkataan nya barusan.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak