
" Tidak ada sesuatu? Masa lupa sih? Apa tidak tahu ya? Ah ya sudah lah terserah." Gumam Azell pelan lalu turun dari atas tempat tidur menuju kamar mandi karena panggilan alam.
Setelah selesai dengan urusan di kamar mandi, Azell kembali tidur dengan perasaan campur aduk kesan dan terheran heran.
Pagi pun datang seperti biasa nya, Azell berkutat di dapur sedangkan Abra sudah keluar untuk jogging, Sikap suami nya pun masih sama sedikit bicara, Azell masih sabar menunggu perubahan sikap suami nya itu, mungkin suami nya lagi badmood pikir Azell.
Setelah masakan nya matang Azell menata makanan nya di meja pantry, sambil menunggu suami nya pulang, Azell memilih mencuci piring dan peralatan dapur yang kotor, selesai dengan urusan mencuci bertepatan dengan kedatangan suami nya yang pulang dari jogging.
Tanpa basa basi Azell menyuruh suami nya untuk makan, karena diri nya juga sudah lapar sejak semalam, di karenakan sedang kesal jadi Azell tidak keluar untuk sekedar makan lagi.
Kini mereka berdua sedang menonton tv, , Azell inisiatif memeluk Abra yang berada di samping nya, Abra juga merangkul pundak Azell namun mata nya hanya fokus pada ponsel nya.
" Yang di ponsel lebih penting ya?." Ucap Azell kesal.
" Hmm." Jawab singkat Abra.
__ADS_1
" Ishh Aa' tuh sebenernya kenapa sih?." Ucap Azell.
." Aa' kenapa?." Lagi lagi Abra balik bertanya, Azell melepaskan pelukan pada suami nya lalu duduk tegap menonton tv dengan suasana hati yang panas, Abra melirik Azell sebentar lalu kembali fokus pada ponsel nya.
Mereka menghabiskan waktu libur di hari Sabtu hanya dengan menonton di tambah suasana hati Azell yang kesal.
Setelah melaksanakan sholat dhuhur, Azell menawarkan Abra untuk makan siang dan Abra hanya mengangguk mengiyakan atas tawaran yang Azell berikan pada nya.
Mereka makan dengan hening, setelah makan siang selesai seperti biasa nya mereka akan tidur siang, setelah makan siang seperti biasa mereka akan tidur siang, dan Abra pun masih dengan mode irit bicara.
" Sebenarnya kenapa sih?." Gumam lirih Azell dalam hati. Azell menepis semua pikiran pikiran buruk nya, dia harus mencairkan Abra kembali, itu tekad nya, Azell sudah tidak kuat lagi dnegan sikap suami nya ini, Azell berjalan mendekati Abra yang sudah duduk di atas tempat tidur dan lagi lagi fokus nya pada ponsel nya.
" Siapa A' yang telpon?." Tanya Azell.
" Bukan siapa siapa." Jawab Abra dingin.
__ADS_1
" Aa'?." Panggil Azell menaiki tempat tidur dan duduk bersila di samping Abra. .
" Hmm." Abra hanya bedehem, Azell membuang nafas nya kasar dengan melirik suami nya.
" Aa' tuh kenapa sebenarnya sih? Dari kemarin sore Aa' begitu sikap nya pada adik. Kalau adik punya salah bilang A' jangan seperti ini." Ucap Azell mata nya mulai berkaca kaca, melihat hal itu membuat Abra sedikit maju mendekat pada Azell.
" Hei jangan nangis ah, Aa' tidak suak lihat nya." Ucap Abra sambil mengelus elus pipi Azell.
" Ya mangka nya jawab A', Aa' kenapa?." Tanya Azell meraih tangan Abra hang berada di pipi nya.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1