
Azell berniat untuk meminta abra membelikan kucing yang lucu itu, azell berfikir sebelum anak nya lahir dia akan bermain-main dulu dengan kucing gendut yang terlihat menggemaskan itu tadi di medsos nya.
Dengan semangat azell menghampiri Abra yang sedang fokus dengan beberapa kertas di meja kerja nya.
" Abang..." Panggil azell lirih, tapi mampu membuat abra terkejut bahkan hampir saja jantungan, meskipun suara azell pelan tapi karena Abra tadi sedang fokus tetap saja membuat Brayen terkejut.
" Sayang." Jawab Abra menoleh ke arah Azell.
Azell tersenyum kemudian dia merangkul Abra dari belakang, dengan setengah jongkok karena Abra masih dengan posisi duduk di kursi nya.
" Abang..." Panggil azell lagi dengan suara lirih dan tepat di telinga Abra.
" Apa sayang..?." Tanya Abra membuat azell tersenyum.
Azell paling suka jika Abra memanggil nya dengan sebutan Sayang bukan hanya dengan sebutan yank saja, karena menurut azell terdengar kurang romantis meskipun sebenar nya panggilan azell untuk abra sangat-sangat tidak romantis, azell memang sudah berniat akan mengganti panggilan nya nanti kepada Abra setelah anak mereka lahir.
Jika sekarang azell masih nyaman memanggil abra dengan sebutan
__ADS_1
" bang, Pengen kucing." Ucap azell manja, dan kali ini membuat Abra memutarkan kursi nya untuk menghadap istri cantik nya.
" Untuk?." Tanya Abra masih belum mengerti maksud azell.
" Ya pengen aja untuk nemenin aku main, boleh ya sebelum anak kita lahir?." Pinta azell dengan nada manja agar Abra mengiyakan permintaan nya.
" Nggak." Jawab Abra singkat dan jelas, yang langsung membuat wajah Azell menampilkan kekecewaan nya.
Azell fikir Abra akan mengiyakan permintaan nya tapi ternyata dia salah, sangat jauh dari perkiraan nya.
" Pelit." Jawab azell dengan nada yang sudah kesal.
Abra menghampiri Azell, dia menggenggam tangan azell, tidak ada penolakan dari azell, dia membiarkannya.
" Aku cuma tidak mau kamu dan anak kita kenapa-kenapa yang, bulu kucing itu tidak baik untuk wanita yang sedang hamil." Jelas Abra membuat azell menoleh ke arah nya.
Tapi tetap dengan tatapan kesal nya, azell masih ingin memelihara kucing, dan mungkin ini juga keinginan anak mereka bukan sepenuhnya azell sendiri yang ingin.
__ADS_1
" Oke kita akan melihara kucing, tapi dengan 1 syarat." Ucap abra yang kali ini membuat azell menoleh dengan mata yang sudah berbinar, tanpa ragu azell menganggukan kepala nya, pertanda dia setuju dengan syarat apapun yang akan abra ajukan.
" Kamu nggak boleh sampai nyentuh itu kucing, dia harus di kandang." Jelas Abra yang membuat Azell melotot tidak percaya.
Persyaratan macam apa itu, jika azell tidak boleh menyentuh atau malah kucing nya harus di kandang.
Bukankah dia menginginkan untuk memelihara kucing agar bisa bermain dengan kucing sebelum anak mereka lahir? Terus untuk apa kalau mereka memelihara tapi kucing nya harus di kandang? Itu sama saja Abra menyuruh Azell untuk melihat nya saja.
Azell menatap Abra dengan kesal, sedangkan Abra sedang menatap nya dengan senyuman tampan nya tapi terlihat begitu menyebalkan menurut azell, Abra menaik turunkan alis nya menunggu jawaban dari azell yang saat ini begitu kesal dengan syarat yang Abra ajukan.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak
__ADS_1