
Tidak terjadi apa-apa di antara mereka kaki hanya pelukan dan tumbuhan hangat yang akrab berikan untuk azell.
Tapi Abra meminta untuk mandi bersama dan istirahat bersama.
Abra memeluk istrinya begitu juga dengan azel yang memeluk abra mereka saling berhadapan dan berpelukan dengan mata yang terpejam.
Jika dilihat mereka saat ini benar-benar dua sejoli yang tidak mungkin bisa dipisahkan entah berapa orang yang berusaha untuk memisahkan keduanya.
Tapi hal ini tidak akan pernah terjadi mereka saling percaya satu sama lain kekuatan cinta dan kasih sayang yang mereka berikan satu sama lain sangatlah besar. Tidak akan mudah goyah dan selamanya akan tetap begitu azazel mulai belajar bersikap dewasa memahami Abra menjadi istri yang selalu percaya kepada suaminya.
Azell percaya jika Abra tidak mungkin menghianatinya Abra sangat bisa diandalkan abrahah adalah hidupnya sekarang sebaliknya begitu juga dengan Abra dia akan melindungi hazel melindungi dari butiran debu yang terus berusaha mengusir kehidupannya.
Tok.... Tok.... Tok....
Pintu kamar terbuka ternyata bunda yang berniat untuk memanggil mereka makan malam karena melihat pemandangan yang begitu menyejukkan hati bunda menutup kembali pintu kamar Putri dengan senyum yang terus mereka sampai di meja makan dimana di sana juga ada ayah dan Devan yang sedang menunggu tamu spesial yang masih berada di alam mimpinya.
__ADS_1
" Gimana Bun?." tanya ayah kepada bunda.
" Kita makan dulu saja ya tidak tega bunda bangunin nya." jawab bunda menjelaskan kepada ayah.
" Masih tidur?." tanya ayah yang dianggukin oleh bunda dengan senyum manisnya.
" CK." Devan berdecak dia menggelengkan kepalanya tapi juga ikut tersenyum.
Devan berfikir jika azel dan Abra pasti kelelahan setelah bertempur mungkin akan berbeda jika melakukannya di kamar azel yang dulu akan lain sensasinya dibanding dengan kamar mereka ketika di rumah keluarga Pamungkas.
Sungguh terlalu jauh pikiran Devan.
Masih di posisi yang sama seperti tadi ponsel ada berbunyi membuat keduanya terbangun dengan kesal karena suara ponsel yang berada tidak jauh dari mereka.
Ponsel Abra berada di meja rias dan terus berbunyi benar-benar mengganggu kenyamanan tidur azel maupun Abra.
__ADS_1
Dengan kesal Abra sudah bangun dari tidurnya begitu juga dengan azel yang langsung duduk masih dengan muka bantalnya.
Abra meraih ponselnya dan mengangkat telepon yang ternyata dari mama.
Mama menanyakan keberadaan Abra dan azel yang belum juga sampai rumah tentu saja karena mereka berdua sama-sama lupa memberitahukan terlebih dahulu jika akan pulang ke rumah bunda.
Setelah menjelaskan kepada Mama yang memberitahukan jika azal baik-baik saja mengingat tadi Mama yang terus menanyakan keadaan menantunya meskipun dia tahu jika asal baik-baik saja tapi rasanya akan kurang untuk mama jika tidak tahu kabar menantu kesayangannya itu.
Abra segera menutup teleponnya lalu menoleh kepada istrinya yang sedang duduk di sebelahnya tentu saja masih dengan keadaan yang mengantuk azel begitu terlihat lucu seperti zombie cantik pikir Abra.
" Mama abang?." tanya azell menoleh ke abra.
Abra mengangguk sambil tersenyum melihat wajah azel yang begitu menggemaskan membuat Abra seperti ingin memakannya saat ini juga.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......