
" Ada apa ?. " Tanya Abra dengan wajah kesal nya .
Adam memandangi Abra yang terlihat sangat kucel dan tidak rapih , lalu menatap ke arah dalam .
" Lo sama Azell ?. " Tanya Adam yang di jawab Abra dengan mengangguk malas .
Begitu juga dengan Adam yang ikut menghela nafasnya kesal , selalu saja *** - *** di ruangan kantornya .
Sumpah Anra ini seperti bukan big bos hotel saja .
" Brengs * k emang Lo . " Kesal Adam yang hanya dapat cengiran dari Abra .
Azell istri Abra , jadi dia mau melakukan apa saja bebas , termasuk melakukan di ruangan kerjanya .
Toh kantor itu juga punya papa nya . Tidak masalah menurut Abra , tetapi berbeda menurut Adam yang merasa heran dengan Azell dan juga Abra yang mau saja melakukan di ruangan sempit seperti kamar kecil yang berada di ruangan kantor Abra itu .
Meskipun elegan tetap saja sangat jauh berbeda dengan hotel yang Abra punya .
" Mau apa Lo ?. " Tanya Abra membuat Adam teringat dengan tujuan nya memanggil Abra .
__ADS_1
" Ah iya ... Ada cewek nyariin Lo di bawah , nyari ribut juga dia sama Satpam dan yang lain . " Ucap Ada
membuat Abra menautkan alisnya .
" Ah ... Pasti dia lagi . " Gumam Abra membuat Adam mengamati Abra dengan seksama .
" Maksud Lo adiknya si brengs * k ?. " Tanya Adam yang di angguki oleh Abra .
' Ah ... Sial , kenapa Gue nggak kepikiran ke situ . " Jawab Adam merasa kesal dengan diri nya yang tidak cepat tanggap .
" Biar Gue urus Ray , Lo kalau mau lanjutin celup - celun sama Azell " Sambung Dimas menggoda Abra sedang tersenyum miring .
" Tapi ingat Dam , jangan katakan tentang Bapak nya dulu dia bisa malu , kalau dia masih nekat biar Gue temuin nanti . " Jelas Abra yang di angguki oleh Adam .
" Dam .. ! . " Seru Abra lagi membuat Adam menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah Abra .
" Paan lagi ?. " Tanya Adam kepada Abra .
" Papa tidak tahu kan ?. " Tanya Abra yang mendapat gelengan kepala dari Adam .
__ADS_1
" Bagus , kalau bisa papa jangan sampai tahu dulu Dam . " Jelas Abra yang mendapat acungan jempol dari Adam .
Adam segera pergi dari ruangan Abra untuk menemui gadis yang kini sedang menunggu Abra di bawah . Lebih tepat nya bukan menunggu tetapi
Adam segera pergi dari ruangan Abra untuk menemui gadis yang kini sedang menunggu Abra di bawah .
Lebih tepatnya bukan menunggu tetapi membuat onar dengan para pegawai kantor Pamungkas .
" Gadis bod * h , harusnya Lo nggak harus ngelakuin hal yang memalukan seperti ini . " Gumam Abra seraya menggeleng .
Jika Abra mengatakan kejahatan yang sudah di lakukan oleh Kakak dan Bapak nya , mungkin gadis yang bernama Oliv itu akan terpaku atau mati mendadak mendengar kejadian yang sebenarnya , Abra juga sangat menyayangkan keluarga Pak Septa yang tidak langsung memberitahukan kepada putri nya tentang hal ini .
Harus nya tidak ada yang perlu di tutupi dengan keluarga sendiri , sebelum salah satu dari mereka membela dengan memalukan diri sendiri , seperti apa yang di lakukan adik Sandro saat ini di Kantor Pamungkas.
" Siapa yang bod * h bang ?. " Tanya Azell yang sudah selesai dari kamar mandi .
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....
...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...