
" Siapa yang bod * h bang ?. " Tanya Azell yang sudah selesai dari kamar mandi .
Abra menoleh ke arah Azell yang sudah terlihat segar dan cantik , lalu dia mendekap Azell yang masih berdiri menunggu jawaban darinya .
" Bukan siapa - siapa sayang . " Jawab Abra membuat azell menautkan alisnya curiga .
" Awas aja kalau sampai bohong , puasa setahun abang . " Jawab Azell seraya melepaskan pelukan Abra .
Sontak saja apa yang di katakan oleh Azell membuat Abra terkejut sampai terbengong .
Melihat wajah tampan Abra yang terlihat lucu membuat Azell tersenyum simpul .
" Ayo lanjutin cerita yang tadi , aku udah siap dengerin , kalau nggak mau puasa setahun jelasin sekarang dan harus kelar sekarang . " Sambung Azell dengan lantang dan tegas , yang lagi - lagi membuat Abra terbengong seraya menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal .
Bahkan wajah Azell sekarang terlihat sangat serius untuk mendengar penjelasan dari abra .
Abra mengejar Azell yang sudah berlari keluar dari ruangannya .
Azell akan menemui teman kampusnya yang merupakan adik dari Sandro .
__ADS_1
Seseorang yang sudah membuat Azell merasa terhina atas apa yang Sandro perbuat dulu .
Meskipun itu kejadian sekitar 2-3 tahun lalu , tetap saja Azell merasa di lecehkan .
Setelah Abra menjelaskan apa yang sudah di perbuat oleh Sandro .
Azell tidak langsung marah dia terdiam begitu shok , bahkan dirinya saja tidak mengetahui yang namanya Sandro di sekolahnya .
Tetapi lelaki itu sampai berbuat hal yang menurut Azell di luar batas .
Apa yang Sandro lakukan sama saja dengan pelecehan meskipun tidak secara langsung , tadi ketika Abra akan mengatakan jika dirinya sudah mengirim Sandro ke New york .
Azell sudah lebih dulu pergi untuk menemui adik dari Sandro yang kini masih berada di bawah kantor Pamungkas .
Azell terus berlari sampai akhirnya dia melihat gadis yang sedang berdebat dengan Adam untuk meminta bertemu Abra .
Plakk ...
Tamparan cukup keras mendarat di pipi gadis manis tersebut sebenarnya ini bukanlah salah Oliv , tetapi mengingat apa yang sudah Kakaknya perbuat , di tambah dengan apa yang sedang Oliv perbuat di Kantor Pamungkas membuat Azell tidak bisa lagi mengendalikan amarahnya .
__ADS_1
" Kamu . " Tunjuk Oliv seraya memegang pipi yang baru saja Azell tampar .
" Apa ?. " Tanya Azell menantang .
Tidak ada ketakutan sama sekali pada diri Azell saat ini , yang ada dirinya sangatlah kesal dan ingin sekali mencekik laki laki yang bernama Sandro itu .
" Berani ya Lo nampar Gue ?. " Tantang Oliv yang akan menampar Azell balik .
Tetapi dengan segera Abra datang dan langsung menepis tangan Oliv yang hampir saja mendarat di pipi mulus istri nya .
Oliv menatap Abra tajam , bergantian dengan Azell yang masih di liputi rasa amarah , lalu dia tersenyum miring melihat Abra dan Azell yang menurut Oliv tidak punya hati sama sekali .
Melihat kejadian di depan nya , membuat Adam menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal , biasanya masalah apapun akan cepat di selesaikan oleh Adam , tetapi gadis yang satu ini sangatlah keras kepala .
" Orang kaya memang berbuat semau dan seenak nya saja . " Sindir Oliv sarkas .
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....
...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...