FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 82


__ADS_3

" Memang papa mau kemana?." tanya Abra


" Papa sama mama hsrus ke Malang Aa', urusan pekerjasn, Rio tidak mungkin ikut karena bukan hari libur." Jawab papa


" Mau ya kalian nemenin Rio di rumah?, mama tidak tega ninggalin adik kamu sendirian, mau niytip di kontrakan aa', disana kan cuma ada satu kamar." tambah mama, Abrahan diam, lalu melirik ke istrinya meminta persetujuan, takut bahwa Azell tidak mau, namun ternyata Azell mengangguk menyutujuinya


Jika bertanya kenapa tidak menitipkan Rio di rumah kakak perempuannya, karena rumah kakak perempuannya jauh, jarak ke sekolah Rio.


" Iya kami mau, lalu kapan berangkatnya?." Tanya Abra


" Setelah ini papa dan mama berangkat." Jawab papa


" Apa?,, kok mendadak pa?." Tanya Abra yang terkejut


" Iya memang, maka dari itu papa nyusulin kamu kesini." Jawab papa


" Tapi untuk malam ini biarin kita tidur disini ya? boleh kan yah bun?." Tanya Abra pada ayah bunda mertuanya, ayah dan bunda mengangguk

__ADS_1


" Boleh dong, justru bunda gak bolehin kakian pulang malam-malam begkni, nanti Rio bisa pakai kamar bang Dewa." jawab bunda


" Duh, terima kasih ya jeng, saya titip Rio." Ucap mama


" Kamu ini, seperti sama siapa saja sih, pahadal kita sudah jadi keluarga loh." ucap bunda lalu keduanya tertawa


...🥀🥀🥀...


Setelah papa dan mama pamit untuk berangkat ke Malang, sekarang mereka berada di ruang keluarga bersama bunda, sedangkan ayah sudah terlebih dahulu masuk ke kamar untuk istirahat katanya capek.


" Rio bawa seragam sekolah nak?." Tanya bunda pada Rio yang sibuk memakan cookies dengan mata yang fokus di TV


" Mendengar itu Azell jadi teringat sesuatu, ahhh iya seragam ku gimana? kan aku tidak tahu bakal kesini." Fikir Azell


" Lah iya A' seragam kita bagaimana?." Tanya Azell pada Abra


" Aa' sudah bawa seragam punya adik juva." Jawab Abra

__ADS_1


" Kok bisa."


" Tadi rencana aa' memang bakal nginep disini, terus ambil seragan dulu di kontrakan baru kesini."


" Aa' pengertiam banget sihhh." Ucap Azell manja lalu bergelanyut manja di lengan Abra sesekali jarinya menoel pipi Abra


" Ckckck, plis deh disini masih ada anak di bawah umur." Celetuk Rio mengingatkan kedua kakaknya yang bermesraan, bunda yang di sofa tersenyum bahagia, melihat keakuran anak dan menantunya


" Diem kamu Rio, sirik saja, aku masih kesal sama kamu ya, sini kamu sini." Ucap Azell yang akan mencubit pinggang Rio namun Rio dengan cepat menghindar ke belakang ke arah bunda


" Bun, kakak tuh, masak Rio mau di cubit." Rio mengadu pada bunda, untung saja bunda masih ada di sana


Kalau tidak pada bunda, mau mengadu pada siapa? mengadu dengan sang kakak? oh tentu saja tidak, bisa-bisa dia mendapat lebih dari sekedar cubitan karena permasalahannya tadi sore menyangkut keduanya


" Halah, cemen, badan doang yabg besar, katanya seperti anak SMA kok ngaduan, wleee." cibir Azell pada Rio, Rio menatap kakak iparnya cemberut


" Sudah ah jangan beranten, kakak juga tidak boleh gitu sama adiknya." Lerai bunda, Azell masih tetap melayangkan tatapan sinis pada Rio, sedangkan Abra masih santai untuk menghadapi adik seperti Rio ini....

__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


__ADS_2