
Tentu saja video itu sudah di edit sedemikia rupa agar tubuh polos Dara tidak terlihat dengan jelas. Tapi tetap wajah Dara dan juga laki laki itu masih terlihat dengan jelas.
" Bra.... Kamu tidak perlu repot seperti ini, Ayah tahu urusanmu di New York belum selesai sepenuhnya" Ucap ayah. Bunda menatap ayah dan Abra bergantian.
Tentu saja Bunda bingung dengan apa yang sedang suami dan anaknya katakan, karena Bunda tidak begitu mengerti masalah apa yang sedang menantu nya hadapi, Bunda hanya tau jika Sandro sudah melecehkan azell, dan Abra mengirimnya ke New York.
Tapi Bunda tidaklah tahu tentang masalah Sandro yang di jebak oleh Feli menggunakan obat-obatan terlarang.
" Kalian ngumpetin apa dari Bunda? " Tanya Bunda membuat Abra kembali menggenggam tangan Bundanya.
"Tidak ada Bund.. Abra hanya perlu mengajari anak itu agar terbiasa hidup di sana" Jelas Abra yang tentu saja berbohong.
"Benar Bund.. Jangan khawatirkan abra, dia bisa mengatasi sendiri kalau pun ada masalah" Sambung ayah kepada istrinya.
__ADS_1
" Awas ya kalau sampai main rahasia-rahasiaan dasar anak nakal." Jawab Bunda sambil menggenggam erat tangan abra dan tersenyum.
Tidak lama Adam dan para Dosen yamg tadi mengikutinya datang. Mereka kembali duduk di kursi. Tampak Pak Kepala fakultas juga Dosen yang lain terlihat lesu dan tidak bersemangat.
Awalnya mereka mengira jika Dara korban pemerkosaan, karena memang kedua Orang Tua Dara mengatakan seperti itu ketika di tanya oleh Pihak kampus, kedua Orang Tua Dara sangatlah malu sehingga tidak lagi bisa berkata apa-apa selain mengatakan kebohongan itu.
Abra menatap Adam yang mengaggukan kepalanya, pertanda semua berjalan dengan sesuai rencana dan lancar.
" Sebelumnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak dan juga ibu karena tidak bisa mendidik dengan benar mahasiswi saya, saya setuju dengan bapak jika Nak Dara tetap bisa kuliah di sini, dan kami berjanji masalah ini tidak akan sampai pihak luar Kampus tahu , hanya kita dan para mahasiswa yang sudah mengetahuinya" Jelas Pak Kepala fakultas kepada semuanya.
" Buat Nak abra, kami sangat berterimakasih sekali sudah membantu mencari kebeneran dari permasalahan ini." Sambung Pak Kepala
Abra mengangguk mengerti, sedangkan Bunda dan ayah, serta mama dan papa semakin penasaran dengan bukti yang Anda berikan kepada Kepala. "
__ADS_1
" Begini semua.. Nak Abra dan juga temannya saudara Adam akan mencari siapa laki laki yang sudah menghamili Nak Dara" Jelas Pak Kepala fakultas dengan lantang dan jelas, sontak saja semua yang ada di ruangan itu semakin terkejut, termasuk kedua Orang Tua dan mertua Abra.
Siapa lagi kalau Bukan mama, papa dan juga ayah, bunda.
" Maaf sebelumnya jika saya membuat kalian terkejut, niat saya hanya ingin membantu, agar saudari Dara bisa di nikahi oleh orang yang memang seharusnya bertanggung jawab atas apa yang sudah diperbuatnya " Jelas Abra membuat yang lain samakin terkejut.
" Saya tidak ingin nama fakultas ini tercoreng karena masalah ini, terlebih saya juga menikahi satu mahasiswi yang kebetulan kuliah di sini. Jika istri saya tetap bisa kuliah sampai nanti ketika hari di mana akan melahirkan, sebaiknya saudari Dara juga dapat kesempatan seperti istri saya Azell" Jelas Abra lagi dengan tegas yang membuat semua orang yang berada di ruangan itu semakin terkejut dan mengangguk membenarkan jika apa yang di lakukan oleh Abra memanglah benar.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote**...
__ADS_1