
" Ketika kentut busuk menjadi wangi, dan itu semua karena cinta." Cletuk Vita membuat azell dan Ais semakin tertawa.
" Gila.. Parah banget kamu Zel." Ucap Ais.
" Lebih parah lagi Kak abra, Sang Idola yang menahan bau racun dari istrinya." Sambung Vita tertawa, begitu juga dengan azell dan Ais yang tertawa ngakak karena cerita konyol azell.
' Brooootthh. ... Upss.. Kelepasan gaes." Ucap Vita tersenyum kikuk.
" Vita!." Teriak azell dan Ais barengan, lalu dengan segera menyerang Vita dengan melemparkan bantal ke arah Vita.
Sampai akhirnya pintu kamar hotel mereka di buka, tampaklah abra yang berada di depan pintu untuk menjemput sang istri agar kembali ke kamar mereka.
Melihat kedatangan abra malah membuat Ais dan Vita ingin tertawa, kenapa bisa cowok setampan dan sekeren abra bisa mengalami hal memalukan seperti itu.
Yang malu sebenarnya bukanlah abra melainkan azell, tapi sebagai lelaki tampan yang banyak di gilai wanita seharusnya abra merasa harga dirinya turun karena ulah azell yang sudah membuat polusi udara pada indra penciumnya.
Tapi biarkanlah abra tidak mempermasalahkan hal itu karena tulus menyayangi azell apa adanya.
" Amu balik kamar dulu ya." Pamit azell yang di jawab Ais dan Vita dengan anggukan kepala tapi masih cekikikan saja.
__ADS_1
Azell melotot untuk memeperingati agar kedua sahabatnya tidak lagi membahas soal itu, yang di jawab ais dan Vita dengan anggukan kepala lagi.
Azell menghampiri abra di pintu.
Sebelum pergi, azell sempat mengacungkan kepalan tangannya ke arah kedua sahabatnya, tapi tetap sama seperti tadi ais dan vitA hanya cekikikan saja membuat azell malas dan benar-benar berlalu dari kamar inap kedua sahabatnya.
Setelah kepergian azell dan abra.
Ais dan vita langsung ngakak mengingat apa yang terjadi di antara azell dan abra, meskipun mereka tidak tahu persis seperti apa kejadiannya, tapi membayangkan sendiri membuat keduanya tertawa ngakak tanpa henti.
" Ha..ha ..ha. Gila, gila, gila. Cowok setampan Kak anra dapat bonus udara dari azell." Ucap Vita masih dengan ketawanya.
Sedangkan kini azell dan abra sudah berada di dalam kamar hotel mereka.
Abra memeluk azell dari belakang dengan tangannya mengelus perut buncit azell.
Abra juga mencium tengkuk leher azell, membuat azell memejamkan matanya sesaat.
"Yank, 3 bulan ke depan kita udah nggak bisa kayak gini lagi." Ucap abra membuat azell menoleh ke arah Abra dengan bingung.
__ADS_1
" Maksud Abang?." Tanya azell meminta penjelasan.
" Kan udah ada si kecil, kamu pasti sibuk sama jagoan kecil kita." Bisik abra membuat azell tersenyum lega.
" Kenapa gitu? Kamu ngiranya aku akan pergi jauh?." Tanya abra yang di angguki langsung oleh azell.
" Kalau aku pergi kamu juga ikut yank." Sambung abra membuat azell tersenyum dan langsung mengecup bibir abra sekilas, tapi hanya sekilas saja.
" Dan abang tenang aja , jagoan besarku yang ini tidak akan sampai di abaikan." Jawab azell sambil menarik hidung mancung abra, membuat mereka sama-sama tersenyum.
Sampai tidak terasa, kini pagi sudah menjelang, azell dan Abra masih bermalas di ranjang hotel mereka.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak
__ADS_1