
Azell menggeleng membuat Abra tersenyum, posisi mereka sekarang berhadapan dengan Abra duduk dan Azell berdiri tepat di depannya sembari mengeringkan rambutnya.
Abra memeluk Zela, juga mencium perut buncit Zela.
" Sebentar lagi Daddy ketemu kamu Son ." Ucap Abra tersenyun tampan, dan lagi-lagi mencium perut buncit azell juga mengelusnya.
" Sabar Dad 2 minggu lagi." Jawab azell masih dengan tangannya mengeringkan rambutnya.
" Selesai." Ucap azell membuat Abra mendongak ke arah azell dengan senyum tampannya.
" Thanks Mommy." Ucap abra tersenyum tampan.
" You're welcome hubby." Jawab azell mencium kening abra.
" Kok bukan Daddy yank?." Protes abra kepada azell.
" Kan sekarang masih suami bang belum menjadi Daddy." Jawab azell sambil terkikik.
" Tapi sebentar lagi akan menjad Daddy." Jawab abra dengan berdiri.
Lalu abra menarik hidung mancung azell gemas.
" Gemas ya?." Tanya azell yang dapat gelengan kepala dari Abra.
" Kenapa narik hidung aku?." Tanya azell membuat Abra menatapnya seksama.
__ADS_1
" Karena hidung kamu pesek." Jawab abra membuat azell melotot.
'Suaminya ini benar-benar sedang berbohong mengatakan hidung nya pesek.
Hidung azell sangatlah mancung, tidak kalah mancung dengan hidung Abra.
Azell memukul lengan Abra pelan, tapi segera mungkin Abra tangkap tangan azell, lalu untuk seperkian detik pandangan mata mereka bertemu, pandangan yang mengingatkan mereka seperti beberapa bulan lalu, jika mereka sudah saling pandang akan sama-sama hanyut di dalam rasa.
Tapi semua berubah karena azell yang mengadu sakit pada perut nya.
" Auw..." Pekik azell sembari memegang perut besar nya.
Abra langsung sigap menuntun azell duduk, dia juga langsung mengelus perut azell.
" Sakit bang." Ucap azell lirih karena menahan.
Wajah Abra langsung berubah menjadi panik, untuk seperkian detik dia tidak tahu harus berbuat apa, tapi kemudian langsung memanggil mama, orang yang pertama harus abra mintai tolong.
" Mama!! Ma..! Mama." Teriak abra memanggil mama nya.
Abra terus mengelus perut azell untuk meredakan rasa sakit yang azell rasakan.
" Sakit banget yank?." Tanya abra yang di angguki oleh azell
" Ah.. mama mana sih?." Kesal Abra masih dengan keadaan sama, tangan nya masih mengelus perut azell.
__ADS_1
Tidak lama mama dan juga Papa datang menghampiri mereka.
Melihat menantu cantiknya yang sedang kesakitan membuat mama langsung meminta suami dan anak nya membawa nya ke Rumah sakit.
Mama tahu, menantu kesayangan nya sudah mengalami kontraksi, dan harus segera di bawa ke rumah sakit sekarang juga.
" Ma... Aku pengennya Abang aja yang gendong aku. " Ucap azel membuat semua orang yang berada di sana terkejut.
" Ini yang minta Baby." Sambung azell menjelaskan.
Abra, mama, dan Papa saling pandang tidak percaya dengan ucapan azell, di saat genting dan hampir keluar saja nyata nya azell masih mengidam.
Dan itu semua permintaan calon anak mereka, yang sebenar nya sebentar lagi akan keluar dan lahir ke dunia.
Tapi nyatanya calon anak mereka tidak jauh berbeda dengan Abra, Baby azell dan Abra masih saja merepotkan Daddy nya di jam terakhir dirinya berada di kandungan Mommy nya.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak
__ADS_1