
" Sayang... Daddy mau kuliah, dia nakal nggak ya di kampus?." Ucap azell sembari mengelus perut buncitnya .
" Nggak mungkin nakal, ada bidadari dan malaikat kecil yang sedang menunggu di rumah." Jawab Abra yang baru saja selesai mandi.
Abra masih menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya, bahkan rambutnya juga masih basah.
Azell menoleh ke arah belakang, suaminya ini selalu saja berbuat seperti ini sekarang.
" Kebiasaan deh rambutnya di biarin basah." Jawab azell sembari tersenyum.
Abra melepaskan pelukannya, dia malah duduk di tepi ranjang sembari melihat istrinya yang sedang sibuk mengambil handuk kecil untuknya.
Lalu azell kembali menghampiri Abra yang masih duduk di tepi ranjang.
Azell mencoba mengeringkan rambut Abra dengan handuk yang tadi di ambilnya.
Seperti kucing yang menurut pada majikan, abra anteng dan menurut ketika azell sedang melakukan nya, dan hal ini sudah terjadi beberapa minggu ini.
" Nanti pulang kuliah ke kantor dulu apa nggak?." Tanya azell kepada Abra.
__ADS_1
Beberapa minggu ini memang abra sudah sering berangkat ke kantor papa nya, meskipun tidak setiap hari dan tidak di tetapkan waktu nya.
" Nggak, nanti langsung pulang dan kita ke hotel ya yank? ada yang harus aku cek." Jawab abra yang di angguki oleh azell.
Azell sering menemani abra ke hotel nya untuk mengecek atau sekedar berkunjung saja.
Semua orang yang bekerja di hotel Pamungkas atau pun di Kantor Pamungkas adalah orang-orang yang jujur dan berkualitas tinggi.
Hanya ada satu orang dulu yang ada masalah ialah Pak Septa, Bapak nya Sandro, tapi setelah itu tidak ada lagi masalah dan semua berjalan dengan lancar.
Azell dan Abra menuju ke bawah untuk sarapan. Setelah sarapan Abra pamit untuk berangkat ke kampus.
Pemandangan ini sudah setiap hari di lihat di depan rumah Pamungkas.
" Abang berangkat ya yani? Jangan nakal di rumah, awas kalau deket-deket Yubi." Pamit Abra sembari mencubit hidung mancung azell, juga mengingatkan azell untuk tidak dekat dengan kucing kesayangan nya.
Azell mengangguk sembari tersenyum, hampir setiap hari Abra mengatakan hal itu, azell tidak boleh dekat-dekat dengan Yubi, dan azell selalu menuruti apa yang di katalan oleh suami nya.
" Bang." Panggil azell lirih dan sedikit ragu.
__ADS_1
" Apa sayang?." Jawab abra membuat azell tersenyum.
" Nanti ke hotel pakai motor aja ya? motor gede gitu, pengen.." Jelas azell dengan nada sedikit memelas, tentu saja agar Abra mengiyakan permintaan nya, karena azell yakin akan sangat sulit meminta ini kepada abra.
" No." Jawab Abra singkat, seperti dugaan azell, abra sudah pasti akan menolak, tapi azell tidak boleh menyerah untuk meminta, karena memang sekarang ini azell sedang ingin menaiki motor besar Abra yang di biarkan berdebu begitu saja.
Bahkan setelah menikah, Abra belum pernah menaikinya lagi, tapi mana mungkin abra membawa azell dengan motor besarnya, sedangkan azell sedang hamil besar seperti sekarang ini.
" Tapi pengen bang." Pinta azell lagi.
" Nanti kan bisa yang, kalau baby udah lahir, kita bisa jalan-jalan pakai moge." Jawab abra membuat azell membrengut kesal.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak
__ADS_1