
" Apa adik ingin mencoba nya sekarang?." tanya Abra.
" Iya, tapi bagaimana cara nya A'." ucap Azell dengan wajah polos nya dan membuat Abra semakin kuat untuk melepaskan hasrat ini saat ini, meskipun tidak secara langsung.
" Mm lihat nanti saja ya A', maksud nya adik masih butuh waktu sedikit saja, Aa' bisa tunggu sebentar lagi kan?." Tanya Azell, Abra tersenyum mendengar jawaban Azell, dia sedikit lega, setidak nya dia tidak benar benar menunggu Azell hingga lulus sekolah, baru bisa menyentuh Azell, Abra mengangguk.
" Setidak nya Aja' Tidak nunggu adik sampai lulus sekolah." Ucap Abra
" Coba adik perhatikan celana Aa', hanya ngobrol gini saja, dia nya sudah bangun dek, berdiri tegak dan siap tempur, setiap begini Aa' mesti mupeng sayang, sekarang Aa' bisa nahan, kalau terus terusan begini bagaimana, apa Adik tega lihat Aa' seperti ini terus, Aa' laki laki normal sayang, Aa' juga butuh belaian dari adik untuk menuntas kan ini semua nya, Sumpah dulu Aa' itu sangat jauh dengan hal beginian, tapi entah mungkin kita sudah Sah, jadi dia selalu bangun saat Adik berada di dekat Aa'." ucap Abra dan Abra melihat mata Azell sedang menatap benda pusaka nya dengan mata melebar serta mulut nya yang mengangah, Abra langsung menarik tangan Azell lalu mengarahkan ke benda pusaka nya.
Sontak Azell langsung menatap Abra setelah tangan nya berada di sana.
Dengan Segera Azell menarik tangan nya tapi di tahan oleh Abra.
" Apa adik tidak mau melihat nya?." tanya Abra.
__ADS_1
Azell menggeleng kan kepala nya.
" Apa Adik tidak mau membelai nya?." tanya Abra dengan suara serak nya.
Azell menggeleng kan kepala nya.
Kini Abra merubah pertanyaan. " Apa adik ingin menjadi istri Aa' yang sesungguhnya?." tanya Abra lagi
Dan Azell menjawab dengan anggukan karena ia sudah terhipnotis oleh ucapan Abra.
perlahan wajah Abra mendekat ke arah wajah Azell. perlahan namun pasti bibir mereka bertemu, saling bertukar Saliva nya, Abra yang awal nya sudah bertelanjang dada membuat hawa panas pada diri nya semakin meningkat, apa lagi posisi mereka berdua sangat intens, tanpa menahan tengkuk Azell, Azell sudah terbuai dengan permainan suami nya.
" Sayang, Aa' tidak minta sekarang, tapi apa adik mau bantu Aa' melepas kan hasrat ini sayang." ucap Abra menatap mata Azell setelah mereka melepas ciuman nya.
Azell bingung dengan ucapan suami nya.
__ADS_1
" Tapi A' bagaimana cara nya kalau bukan itu?." tanya Azell.
" Adik cukup diam saja peluk Aa' dengan erat ya, biar Aa' yang pegang kendali." ucap Abra dan Azell hanya mengangguk saja.
Dengan cepat Abra menarik tangan Azell dengan lembut, mereka berdua berdiri dan saling berpelukan.
" Sayang, kalau nanti adik mendengar suara atau yang lain nya, jangan di lepas ya, cukup adik tutup mata saja, ngerti dek." ucap Abra lagi dan lagi lagi Azell mengangguk.
Abra yang sudah panas dingin langsung saja memeluk Azell dengan erat tanpa menunggu jawab dari sang istri.
Tangan Abra satu nya memeluk Azell dan satu ia buat mengeluarkan adik kecil nya dari balik celana boxser nya, yang sejak tadi sudah meronta untuk di keluarkan.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
......Jangan lupa, Like dan Vote......