
Sedangkan di dalam kamar mandi, Azell memegang cairan kental yang begitu banyak di depan perut nya itu, ia begitu berfikir, tadi kenapa mereka bisa melakukan hal itu, dimana yang belum pernah mereka fikirkan selama ini.
" Ini cairan apa, apa ini yang di keluarkan Aa', ah aku kok pusing sendiri, lebih baik aku tanya sama bunda saja ah, biar jelas, tapi aku malu kalau nanti bunda ngerecoki, lebih baik aku tanya sama Aa' saja, malu tidak apa apa yang penting sama suami sendiri, kan ini bisa menjadi rahasia suami istri.
Azell tidak hanya berganti baju, melainkan mandi besar juga, ia takut nanti waktu sholat, sholat nya tidak sah.
Ia membuka pintu dengan hati berdebar, bagaimana tidak, ia dan suami nya tadi sempat melakukan hal seperti itu, meskipun bermain nya di luar.
" Ekhem." Azell berdehem.
Abra langsung menatap istri nya dengan rambut basah nya serta sangat segar.
" Aa' mandi dulu gih.", setelah itu sholat isya' dan makan malam, pasti semua bentar lagi akan turun." ucap Azell. Abra hanya mengangguk saja dan berlalu begitu saja.
Azell kembali mengering kan rambut nya yang basah tadi.
__ADS_1
15 menit kemudian Abra keluar dari kamar mandi, setelah itu mereka melaksanakan sholat isya' berjamaah.
ke dua nya turun menuju meja makan, di sana sudah ada bunda yang sedang menyiapkan makanan untuk makan malam, dan Devan yang sudah duduk di salah satu kursi meja makan.
" Berduaan mulu seperti surat dan perangko." Cibir Devan, saat melihat ke dua nya, Azell membantu bunda dan Abra duduk di samping Devan.
" Iya lah, klop kan kita." Ucap Azekk bangga, dia hanya pamer pada kakak nya itu.
" CK!." Devan berdecak sebal mendengar jawaban Azell.
" Tidak bisa, Abang tuh bukan nya belajar malah main game muku, jangan ngajak ngajak Aa' kalau mau main game." Ucap Azell.
" Pelit banget deh, Abang pinjam Abra bentar saja dek." Ucap Devan.
" Bukan masalah pelit bang, jangan kebanyakan main game, Aa' harus belajar mau ujian." Tegas Azell.
__ADS_1
" Halah orang tidak ada ujian kata pemerintah, langsung lulus, itu mah adik yang mau berduaan saja sama Abra, pakai alasan ujian segala." Ucap Devan.
" Nah itu Abang tersayang ku tahu." Jawab Azell. Devan bergidik ngeri melihat tingkah adik satu satu nya itu, Abra hanya tersenyum geli melihat perdebatan di depan nya itu.
" Eh eh bentar dek, kamu habis mandi ya, Bra kamu juga habis mandi ya?." tanya Devan yang melihat rambut Azell dan Abra basah, meskipun sudah kering tapi sangat terlihat kalau habis basah.
" Wah, ke dua adik ku ternyata ada kemajuan ya, baru selesai mantap mantap ya, Alhamdulillah habis dalam waktu dekat ini, Abang akan dapat ponakan yes." ucap Devan.
" Abang." teriak Azell yang malu karena Abang ke dua nya ini meledek nya, sedangkan Abra hanya diam dengan menunduk karena malu sama Abang ipar nya.
" Gimana dek, suami kamu hebat tidak, kalau kurang hebat biar Abang kasih obat, agar hebat." ucap Devan
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
......Jangan lupa, Like dan Vote......