
Azell penasaran siapa yang menelepon suami nya itu, akhirnya bangkit dan mendekat ke arah pintu kamar mereka.
Saat diri nya memang gagang pintu dan akan membukanya, dia berhenti saat mendengar suara suami nya yang ada di dalam
" Iya bentar lagi ke sana."
"....."
" Iya tenang saja, ini lagi bingung ngomongnya gimana."
"....."
" Tidak, takut nya Azell marah kalau ternyata bohong."
"....."
" Iya iya sayang, bawel banget, tunggu saja ya bentar."
Deg!!!
Azell membekap mulut nya, hati nya terasa sesak, dia speechless mendengar kata 'sayang' dari mulut suami nya tapi bukan untuk diri nya melainkan pada seseorang entah siapa yang menelpon itu.
__ADS_1
Menangis pun Azell tidak bisa, gua hanya diam mematung memikirkan segala hal negatif tentang suaminya, pikiran nya melayang pada sosok gadis yang mereka temui di mall beberapa hari yang lalu, jangan jangan yang menelpon gadis itu. Pikir Azell.
"....."
" Waalaikumsalam." Ucap Abra yang menutup telp nya. Azell tersadar dari keterdiaman nya saat mendengar ucapan salam, arti nya Abra sudah selesai menelpon nya.
Azell buru buru duduk kembali ke sofa, bersikap seolah olah dia tidak mendengar pembicaraan suami nya entah dengan siapa.
Tidak lama Azell duduk, Abra kembali keluar dari kamar dan duduk di samping Azell, Azell acuh dengan muka datar dan tatapan kosong nya.
Abra mencuri-curi pandang ke arah Azell sepertinya akan berbicara namun dia bingung harus berbicara bagaimana.
" Aa' mau?." Lanjut Abra namun terpotong oleh ucapan Azell.
" Anterin aku ke rumah bunda sekarang." Ucap Azell berdiri, dia sungguh tidak ingin mendengar ucapan Abra yang akhir nya akan memberikan sakit di hati nya. " Eh." Abra terkejut.
" Kalau tidak mau aku bisa berangkat sendiri." Ucap Azell.
" Iya Aa' anterin." Ucap Abra cepat, tanpa merespon lagi Azell berjalan masuk ke dalam kamar, pikiran nya kalut. Bahkan dia iyain tanpa banyak tanya jadi dia beneran bakal pergi setelah nganterin aku ke rumah bunda itu lah isi pikiran Azell.
Di luar kamar Abra duduk dengan gelisah dan rasa bersalah pada istrinya.
__ADS_1
" Alamat istri ku marah ini Ya Allah, besok besok aku tidak bakal mau begini lagi." Gumam Abra pelan.
" Dek maafin aa' ya semoga setelah ini kamu jadi senang dan tidak marah lagi sama aa'." Gumam Abra penuh harap menatap pintu kamar yang tertutup rapat.
Lalu Abra melihat ponselnya yang terus menyala dan mendapati pesan spam yang terus-menerus lalu Abra mengetikkan sesuatu balasan.
Sekitar hampir 30 menit mereka menuju perjalanan ke rumah bunda akhirnya mereka sampai, hari sudah mulai gelap dan hampir magrib, untunglah mereka sudah sampai, Azell mengetuk pintu dan bell rumah namun sudah hampir 5 menit belum ada tanda tanda penghuni rumah yang menyahuti.
Rumah nya tampak gelap, seperti nya semua lampu rumah nya belum di nyalakan, Azell melirik suami nya yang berdiri di samping nya dan lagi fokus nya hanya pada ponsel
" Ck!." Decak Azell dalam hati.
" Aa' kalau mau pergi tidak apa apa sekarang saja." Ucap Azell.
" Hah? Maksud nya?." Ucap Abra bingung, Azell tidak menjawab justru meraih gagang pintu dan mencoba membuka.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1