FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 779


__ADS_3

Abra mengacak rambutnya kesal , dia baru sadar jika ada wanita lain selain istrinya yang melihat tubuh sexynya .


Abra paling tidak suka memarkan apa yang menjadi kelebihannya selain ketampanan dan kekayaan di depa wanita lain selain istrinya .


Jelas karena Abra tidak ingin mereka semakin menggilainya dengan kategori laki laki yang hampir sempurna itu .


Setelah rapi dan selesai memakai setelan jasnya kembali , Abra dan Azell menemui Adam , Pak Rendy dan Oliv yang masih duduk di ruangannya .


Dengan wajah tanpa dosanya , Abra duduk di depan mereka , bahkan dirinya ikut duduk di sofa ketimbang duduk di kursi kerjanya , hal itu membuat Pak Rendy merasa tidak enak hati , jelas tidak seharusnya Orang seperti Abra ikut duduk di sofa hanya untuk masalah seseorang seperti Oliv .


Jika bukan rekan kerjanya rasanya Abra terlihat begitu rendah hati .


" Tuan muda Abra , sebaiknya anda dud ... " Ucap Pak Rendy terpotong , Abra sudah mengisyaratkan dengan jari telunjuknya agar Pak Rendy diam dan tidak menyuruhnya untuk duduk di kursi singgah sananya .


" Sssttt .... " Abra mengisyaratkan kepada Pak Rendy yang akhirnya mengangguk tanpa menjawab .


Abra menatap Adam dan Oliv bergantian , lalu menghela nafas pelan .

__ADS_1


" Apa tidak ada yang ingin di bicarakan ?. " Tanya Anra membuat Pak Rendy buru - buru menoleh ke arah Oliv , matanya mengisyaratkan untuk menyuruh Oliv mengatakan apa yang menjadi tujuannya saat ini .


Oliv yang mengerti maksud dari Pak Rendy mengangguk pelan , ntah kenapa sikapnya berubah tidak seperti tadi ketika dia datang ke Kantor Pamungkas .


Mungkin Oliv merasa begitu bersalah dan malu pastinya dengan keangkuhan dirinya tadi .


" Begini Tuan Abra . " Ucap Oliv terjeda .


Dirinya menghela nafasnya dalam untuk menenangkan dirinya , kedua tangannya saling bertautan seraya meremas jemarinya .


Bahkan melihat Abra sekarang yang duduk di hadapannya membuatnya merasa sedikit gugup , bukan karena malu apa yang ingin di ucapkan atas kesalahan dirinya , tetapi karena pesona Abra yang sudah mengambil hati


" Saya mau minta maaf . " Sambung Oliv dengan nada bicara yang sangat tenang .


Oliv sangatlah pintar menyembunyikan apa yang dia rasa saat ini .


" Minta maaf untuk apa ? Bukankah saya bersalah karena telah membuat Kakak anda hidup di New york ?. " Tanya Abra sarkas .

__ADS_1


Mendengar apa yang Abra katakan membuat nyali Oliv sedikit menciut , tidak ada gunanya memang berpura - pura biasa saja , padahal dalam hatinya begitu merasa malu dan bersalah .


" Saya salah sudah menuduh Tuan Abra dan Papa tuan Abra yang bukan - bukan , saya sadar apa yang sudah Bapak dan Kakak saya lakukan sangatlah salah . " Jelas Oliv membuat Abra tersenyum miring .


" Dan saya minta maaf atas nama mereka juga apa yang sudah saya lakukan tadi , saya benar - benar minta maaf . " Sambung Oliv seraya menundukan kepalanya sekilas .


Dalam hati Oliv terus berharap , supaya Abra memaafkan atau bahkan bisa mengenal Abra lebih jauh , bukan karena masalah ini , tetapi karena dirinya anak Pak Septa seseorang yang cukup keluarga Pamungkas segani , meskipun itu dulu , tetapi Oliv tetap berharap .


" Sudah saya maafkan Nona Oliv , silahkan anda boleh pergi sekarang . " Jawab Abra membuat Oliv terkejut dengan jawaban enteng Abra .


...❤️❤️❤️❤️...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...

__ADS_1


__ADS_2