
Melihat kejadian di depan nya , membuat Adam menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal , biasanya masalah apapun akan cepat di selesaikan oleh Adam , tetapi gadis yang satu ini sangatlah keras kepala .
" Orang kaya memang berbuat semau dan seenak nya saja . " Sindir Oliv sarkas .
Sontak saja Azell mengepalkan tangannya kuat , menurut Zela Oliv benar - benar gadis yang arogan mempermasalahkan sesuatu tanpa tahu kebenarannya terlebih dahulu .
Sedangkan Abra menghela nafasnya , dia sebenarnya tidak ingin membuat adik Sandro malu , tetapi kalau sudah begini Abra bisa apa memang ? Selain menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi .
" Dan Lo kalau nggak tahu apa - apa nggak usah banyak omong . " Jawab Azell yang sudah merah padam sedari tadi menahan amarah .
" Aku nggak bakal kayak gini kalau suami dan Ayah mertua Kamu tidak seenaknya saja memperlakukan Kakak dan orang tua aku . " Jelas Oliv dengan penuh keberanian .
Jelas karena Oliv saat ini masih belum tahu permasalahan yang sebenarnya .
" Hufh ... Ini cewek pengen gue sumpal tuh mulut." Batin Azell kesal , benar - benar kesal mendengar Oliv yang masih saja mencibir suaminya .
" Abang jelasin ke dia , apa yang sudah Kakak dan Bapaknya perbuat . " Suruh Azell kepada Abra .
__ADS_1
Abra memejamkan matanya sebentar , lalu mengangguk mengiyakan apa yang istrinya minta , memang sudah saatnya Oliv tahu semuanya .
" Ayo ikut Gue . " Ucap Abra kepada Oliv untuk mengikutinya ke ruangannya .
Tanpa menjawab , Oliv mengikuti Abra dan Azell yang berjalan di depannya , begitu juga dengan Adam yang ikut mengikuti mereka , bahkan untuk berjaga - jaga , Adam sempat menghubungi Pak Rendy untuk menjelaskan semuanya , dengan catatan jangan sampai Papa tahu tentang masalah kecil yang rumit ini .
Sampilah mereka di ruangan Abra . Ruangan cukup luas dan megah .
" Silahkan duduk Nona Oliv . " Suruh Abra sopan kepada Oliv , bagaimanapun perbuatan Pak Septa , tetapi beliau sudah cukup lama bekerja dengan Papa nya di kantor Pamungkas .
Bagaimana bisa dia berkata tidak banyak waktu ? Sedangkan baru saja dia menunggu untuk bertemu Abra dengan membuat kegaduhan di lantai bawah Kantor Pamungkas.
" Dam , apa Lo bawa apa yang kita perlukan ?. " Tanya Abra yang hanya di angguki oleh Adam .
Adam langsung menyiapkan beberapa dokumen sebagai bukti jika Pak Septa sudah menggelapkan dana perusahaan dengan jumlah yang sangat banyak .
Tidak tanggung - tanggung , Adam menyerahkan semua bukti untuk bisa di teliti oleh anaknya Oliv .
__ADS_1
Azell melirik Oliv dengan malas , sungguh teman Kampusnya ini membuang - buang waktu saja dengan perbuatannya tadi yang tidak penting , tetapi itu menurut Azell , menurut Oliv jelas penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga nya .
Kertas yang di pegang Oliv sektika jatuh ke lantai . Matanya melotot melihat isi di kertas itu , lalu dengan wajah merah dia bertanya kepada Abra .
" Apa ini sungguh Bapak ku yang melakukan nya ?. " Tanya Oliv masih tidak percaya .
Pak Septa adalah sosok kepala rumah tangga yang baik di keluarga nya .
" Kalau anda masih tidak percaya , bisa tanyakan langsung ke Bapak anda . " Jawab Abra sarkas .
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...
__ADS_1