
azell tersenyum ke arah kedua sahabatnya.
" Kesel aku sama mereka.. Nggak bisa jaga mulut banget deh." Gumam Vita kesal sendiri.
" Udah lah Vit biarin.. Mereka kan nggak tau apa apa." Jawab Azell agar terlihat tenang.
Tapi jujur saja sedari tadi bukan hanya telinganya saja yang panas tapi hati Azell sudah seperti kobaran api yang menyala.
Sampai akhirnya pintu kantor terbuka, menampilkan sosok tinggi tampan yang memang sedari tadi mereka tunggu. Semua mahasiswi bungkam, tidak lagi seheboh tadi, sungguh pesona Abra memanglah sangat memikat, membuat semua terbius bungkam menikmati wajah rupawan yang sedang Tuhan suguhkan kepada mereka.
Abra melihat keberadaan Azell, dia menghampiri Azell tanpa memperhatikan mahasiswi mahasiswi cantik yang lainnya.
" Ayo pulang." Ajak Abra kepada azell.
Deg..
Jantung berdesir hebat, terpompa lebih cepat, dunia seakan berhenti sekarang.
Abra mengajaknya di hadapan semua mahasiswi, astaga.. Ini seperti mimpi untuk azell
" Sayang ayo.." Sambung abralagi seketika membuat semua mahasiswi terkejut dan melongo dibuatnya.
Azell tidak menjawab, dia masih seperti berada di alam mimpi rasanya, bahkan lidahnya sangat kelu untuk menjawab juga kakinya yang seperti berat untuk melangkah.
__ADS_1
Abra segera menggandengnya dan pergi dari kerumunan mahasiswi yang sedari tadi sudah dibuatnya terkejut, bahkan mereka masih melongo karenanya.
Tapi sungguh hati mereka sangat hancur melihat dengan mata kepala mereka sendiri perlakuan Abra kepada Azell, dan ini nyata bukan mimpi.
" Hati gue udah hancur..." Ucap mahasiswi yang merasa patah hati.
" I'm brokent heart.." Sambung yang lainnya lagi.
" Kenapa gue bukan Zela sih." Ucap salah satu mahasiswi.
Dan masih banyak sekali ungkapan rasa patah hati dari mereka untuk Abra. Sedangkan Ais dan Vita cekikikan melihat teman temannya yang sudah seperti tak bernyawa itu.
Juga Dara yang begitu sakit melihat perlakuan Abra kepada Azell,, Dara semakin yakin ada sesuatu yang mereka sembunyikan, dan sialnya Dara tidak mengetahui apapun akan hal itu.
Sampai dimobil Abra, Azell masih tak mengucapkan sepatah katapun, sungguh kedatangan Abra diluar dugaannya.
Bahkan Azell masih tidak mengerti dengan semua ini, dengan perlakuan Abra kepadanya yang ditunjukan kepada semua.
Apa Abra tidak khawatir jika mereka semua curiga nantinya.?? Pikiran Zela penuh dengan pertanyaan.
Sampai tanpa Azell sadari Abra sudah melajukan mobilnya meninggalkan kampus. Abra tersenyum melirik Azell yang masih bergelut dengan pikirannya.
" Ehmm.. I Love You." Ucap Abra membuat Azell tersadar.
__ADS_1
Azell menoleh ke arah Abra.
" Love you too bang." Jawab Azell dengan senyuman manisnya.
Meskipun azell masih dengan bingungnya, tapi dia masih menjawab ungkapan perasaan Abra kepada dirinya.
Abra mengacak rambut Azell pelan, dan kembali pada kemudi mobilnya.
" Ada apa sebenarnya bang.??." Tanya Azell kepada Abra.
Azell sangat hafal dengan jalanan yang mereka lewati, ya tentu saja karena sekarang ini mereka akan pulang untuk membahas semua yang sudah Papa dan ayah bicarakan tadi.
" Nanti adik akan tau sendiri yank.." Jawab Abra membuat Azell semakin penasaran.
Perasaan Azell seperti tak enak, ntah kenapa Azell jadi gugup sendiri.
Azell melirik Abra yang begitu terlihat tenang, seperti tidak terjadi apapun, tapi memang bawaan Abra yang seperti itu, harusnya Zela hafal akan hal ini.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...
__ADS_1