
Pak rendy mengetuk pintu ruangan Abra . tidak lama terbukalah pintu ruangan Abra , dengan menampilkan sosok wanita cantik di depan mereka .
siapa lagi kalau bukan istri Abra azell .
Azell menatap oliv yang tersenyum seraya menundukan kepalanya sekilas kepadanya .
" apa dia sudah tidak kesurupan seperti tadi ketika datang ?." batin Azell menatap oliv penasaran .
" nona azell , dia ingin bertemu dengan tuan muda Abra . " ucap pak rendy memberitahukan .
Azell tidak langsung menjawab , tetapi menatap Adam untuk meminta jawaban , Adam menganggukan kepalanya lagi yang membuat Azell akhirnya memperbolehkan Oliv untuk menemui Abra lagi .
' Masuk . " Suruh Azell kepada Oliv .
Pak Rendy dan Adam mengikuti dari belakang . Mereka juga ikut masuk ke ruangan Abra .
" Abra dimana Zel ?. " Bisik Adam kepada Azell .
" Di kamar mandi Kak . " Jawab Azell dengan pelan .
Adam mengangguk , tetapi kemudian dia segera menggelengkan kepalanya menyadari apa yang baru saja di perbuat oleh Abra dan Azell .
__ADS_1
" Apa kalian melakukannya lagi ?. " Tanya Adam pelan kepada Azell .
Sontak saja Azell langsug melotot dan menggeleng .
" Tidak , mana mungkin kita melakukan di saat keadaan sedang genting seperti sekarang ini . " Elak Azell membuat Adam tersenyum .
" Gue tahu Abra itu tidak akan perduli dengan masalah yang ada , kalau dia menginginkan juga pasti akan terjadi . " Bisik Adam membuat Azell lagi - lagi melotot seraya memukul lengan Adam .
" Kak Adam !! . " Kesal Azelll membuat Adam tertawa .
" Ampun Zel , maklum demam Gue bentar lagi mau nikah . " Jawab Adam membuat Azell juga ikut tertawa memaklumi apa yang sedang di rasakan oleh Adam yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan Ais sahabatnya .
Tanpa di sadari , interaksi mereka berdua sampai membuat Oliv sedikit terkejut , mengetahui Azell begitu dekat dengan kaki tangan Abra .
Pak Rendy memang sudah tahu kedekatan di antara mereka , bahkan dengan sahabat Abra, Kiki dan juga Tian .
" Ehem ... " Deheman dari Pak Rendy membuat Azell dan Adam tersadar dan menghentikan apa yang sedang mereka lakukan .
Adam kembali duduk di sebelah Pak Rendy , dengan wajah datar menampilkan wajah tanpa dosanya . Pak Rendy hanya menghela nafasnya , di saat serius juga mereka masih saja bersikap konyol , tetapi itu yang membuat banyak karyawan Pamungkas betah puluhan tahun kerja dengan Atasan , selain tegas dan berwibawa , keluarga Pamungkas juga humoris , atasan terutama , jika Abra anaknya , yang mereka tahu ialah bersikap datar dan cuek .
" Sayang ... Siapkan bajuku . " Ucap Abra yang tiba - tiba datang dan menyuruh Azell untuk menyiapkan bajunya .
__ADS_1
Sontak saja semua yang berada di ruangannya menoleh ke arahnya . Bahkan Azell melotot melihat Abra yang hanya mengenakan handuk dan membiarkan tubuh atlestisnya di biarkan terlihat oleh mereka .
Terlebih ada wanita lain selain Azell , ialah Oliv yang tanpa sadar sampai menelan air ludahnya susah payah melihat Abra yang begitu mempesona .
" Sadar Oliv sadar." Batin Oliv agar tidak begitu terpana melihat mahluk indah di depannya .
" Abang !. " Teriak Azell yang langsung menghampiri
Abra dan mengajaknya ke kamar kecil di ruangannya .
" Sayang sorry aku nggak tahu ada mereka . " Ucap Abra merasa tidak enak .
" Bukan mereka , tetapi ada teman kampusku . " Jawab Azell dengan kesal .
Abra mengacak rambutnya kesal , dia baru sadar jika ada wanita lain selain istrinya yang melihat tubuh sexynya .
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...