
Dengan segera Vita melenggang masuk ke dalam kamar mandi . Dia akan mandi dengan sangat kilat agar Kiki tidak menunggu nya terlalu lama , padahal jelas mereka malam ini tidak akan melakukan na na ni na , kenapa Vita harus sebegitu repotnya ? Bukankah lebih baik dia mandi dengan waktu yang cukup lama agar tidak menyiksa Kiki dengan membiarkan mencumbu nya saja ? Jelas lelaki akan sangat tersiksa jika perempuan membiarkan nya untuk mencumbu nya saja tanpa melakukan na na ni na , terlebih mereka kini sudah menjadi kekasih halal .
Sampai akhirnya Vita selesai mandi , terlihat Kiki yang sudah berbaring dengan mata terpejam , Vita yakin Kiki sudah tertidur pulas , karena memang acara pernikahan mereka hari ini cukup melelahkan . Vita mengamati wajah tampan Kiki , lalu tersenyum mengingat dirinya yang sekarang sudah bersuami , matanya terus mengamati tubuh Kiki dengan leluasa , sampai akhirnya tatapan matanya jatuh tepat di bagian tubuh Kiki yang menonjol dengan sangat jelas di balik celana boxernya , Vita melotot tidak percaya , rupanya sedari tadi tombak suaminya sudah berdiri tegak dan siap bertempur .
" Astaga .... " Gumam Vit masih dengan tatapannya menatap bagian tubuh Kiki yang sedang berdiri di balik celananya .
" Lihat dari balik celana aja udah bikin Gue merinding gini . " Gumam Vita lalu menggeleng sadar dengan pikiran mesumnya .
Vita memutuskan untuk segera tidur dari pada memikirkan tombak Kiki yang besoknya akan di gunakan untuk menyerangnya .
Sedangkan Kiki tersenyum miring mendengar ucapan Vita barusan , Kiki mendengar semua yang di katakan oleh Vita, termasuk tombaknya yang katanya membuat Vita merinding .
__ADS_1
Dengan sengaja Kiki malah memeluk Vita dari belakang , tentu saja dia masih pura - pura tertidur , Vita yang di peluk Kiki secara tiba - tiba sampai melotot tidak percaya , bahkan sesuatu yang sudah membuatnya merinding sekarang begitu terasa di belakangnya , astaga Vita sampai gugup sendiri merasakan nya . Mulut Vita sampai komat - kamit sendiri merasakan ketegangan yang teramat seperti sekarang ini , tombak yang harus nya malam ini bisa membuatnya merasakan terbang melayang , malah di anggap Vita seperti barang pusaka yang sangat sakral sampai membuat nya merinding , memang aneh si Vita.
Pagi harinya.
Abra sudah sibuk mengurus untuk keperluan berlibur nya dengan Azell dan juga Arshaka , sedari tadi dia sudah berbicara dengan Pak Rendy lewat sambungan telepon .
Sampai akhir nya Azell yang memeluk nya dari belakang mengejutkan nya . Abra tersenyum , lalu segera mematikan sambungan telepon nya dengan Pak Rendy , Abra menghadap ke arah Azell , lalu mencium kening Azell sekilas .
" Jangan lupa para pasutri baru juga ya bang . " Ucap Azell seraya tersenyum begitu manis ke arah Abra .
Abra menghela nafasnya , dia hampir melupakan jika kepergian nya sekarang itu bukan hanya bertiga saja dengan istri dan anak nya , tetapi rame - rame dengan mahluk - mahluk yang selau berada di dekat nya dan juga istri nya .
__ADS_1
Abra mengangguk mengiyakan apa yang di katakan oleh azell , membuat azell tersenyum senang dan langsung memeluk nya .
" Tapi ada syarat nya . " Bisik Abra sengaja menggoda azell .
Azell melepaskan pelukan nya , menatap suami nya dengan bingung .
...❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...