
Abra ingat kalau tadi ia sempat menyuruh Adam untuk menunggu nya.
Abra kembali melihat ke arah istrinya sambil memegang pundaknya dengan tangan kanannya tentang satunya memegang kepala azell.
" sayang kamu di sini saja ya tidak usah ikut pelatihan dengan mereka sampai kita pulang." pinta Abra.
" loh... kenapa adik tidak bisa ikut pelatihan dengan mereka, sedangkan mereka masih bisa ikut apa adik sudah sangat bersalah karena bertengkar dengan mereka sampai adik tidak diperbolehkan ikut pelatihan.' ucap azell dengan wajah kesal
hah, Abra menghela nafas nya, mendengar ocehan istrinnya yang tiada henti.
" sayang bukan seperti itu." ucap Abra.
" terus apa apa aku memang tidak pantas bergabung dengan mereka begitu?." tanya azell dengan wajah kesalnya.
" Iya iya boleh ikut, tapi sekarang adik di sini dulu ya, Abang ada kegiatan." ucap Abra.
" iya " jawab Azell.
Abra berjalan masuk kedalam villa dengan wajah yang penuh amarah ia melihat semua mahasiswa baru sedang duduk di lantai sambil menunduk sedangkan anggota BEM yang lainnya berada di depan mereka semua bersama dengan Novan Chandra Kiki dan Adam.
__ADS_1
" bra kamu sudah datang bagaimana dengan azell?." tanya Adam dengan serius.
Apbra tidak menggubris nya dan hanya berjalan ke arah para mahasiswa yang sedang duduk di lantai semua orang sudah ketakutan karena melihat ekspresi dingin yang ditunjukkan oleh Abra mereka tidak ada yang berani melihat nya begitupun dengan anggota BEM nya.
Adam, Novan Candra dan Kiki juga sudah mulai takut melihat ekspresi Abra apalagi saat Adam bertanya pada Abra malah mengabaikan dirin ya itu pertanda jika dia sudah sangat marah.
saat berdiri di depan mereka semua Abra mulai berbicara tanpa menghiraukan Novan Candra dan Kiki yang ada berada tepat di belakang nya, sedangkan Adam masih berada di sebelah Abra selaku ketua BEM.
" semua nya yang menyaksikan perkelahian tadi duduk bersama mereka tanpa terkecuali." teriak abra dengan tegas.
" bra apa kami juga harus ikut duduk dengan mahasiswa baru itu?." sahut sandi.
" saya bilang semuanya kamu tidak dengar hah?." teriak nya dengan marah.
Kiki yang melihat teriakan Abra yang sangat keras itu mencoba untuk menenangkan.
" bra tenanglah." ucap Kiki.
Abra langsung melihat Kiki dengan tatapan marah.
__ADS_1
" apa aku menyuruhmu untuk bicara." ucap Abra tegas di depan Kiki.
Kiki langsung diam saat melihat tatapan marah abra, abra kembali melihat ke arah mereka yang sedang duduk didepan mereka.
" siapa yang bernama Amelia di sini?." tanya Abra dengan tegas.
mereka semua terus menunduk diam tidak berani melihat wajah marah Abra sedangkan Melia yang mendengar nama nya disebut sudah mulai ketakutan ia tidak berani menunjukkan dirinya saat ini.
" aku bilang siapa yang bernama Amelia di sini?." teriak nya dengan keras membuat semua orang terkejut, Abra sudah mengganti panggilan nya, yang tadi nya saya sekarang berganti aku.
Melia yang sangat ketakutan berdiri dengan pelan sambil menunduk, Abra yang melihat Melia berdiri langsung menatap nya dengan tatapan marah.
" kamu yang bernama Amelia?." ucap Abra dengan nada keras nya.
" iya bra." balas Melia dengan gemetar karena takut.
" siapa yang memasukkan mu menjadi anggota BEM?." tanya Abra dengan tegas.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......