
"Auhh, masa muka Aa' ditutupin, tangan adek bau.." dengan cepat Azell menarik tangannya dan mencium tangannya sendiri.
"Wangi tuh"
"Iya bau wangi"
"Ishh!"
"Makanya jangan suka potong omongan suami" sindir Ian.
"Ya ya. Udah merem" jawab nya lalu menarik tubuh Azell ke dalam pelukannya. Jadi mereka saling memeluk.
Minggu siang papa dan mama akan pulang dari Malang, yang untuk para sahabat suaminya sudah pulang sudah di pagi, itu pun karena usiran Abra karena dia merasa waktu berduaan bersama istrinya terganggu.
"Assalamualaikum" suara salam dari luar rumah.
"Itu mama papa kali A', adik buka pintu dulu ya". ucap Abra pada Azell.
Ucap Azell lalu beranjak untuk membuka pintu.
" Waalaikumsalam"
" Pah mama udah sampai" ucap Azell menyalami keduanya.
"Iya sayang, kamu sendirian? Aa' sama adik mana?" Tanya mama sambil berjalan di samping papa menuju ruang tengah.
"Enggak kok mah, mereka ada di dalam" jawabnya.
__ADS_1
"Ma.. udah sampai" ucap Abra yang bangkit dari duduknya menyalami kedua orang tuanya.
"Kamu tuh A' bukannya sambut orang malah anteng duduk" ucap Mama yang sudah duduk di sofa samping papa.
"Hehe" Abra hanya menyengir.
" Rio gak nakal kan dek? Atau Aa' yang nakal?" tanya papa yang menyenderkan punggungnya di sofa pada Azell.
"Eh? Gak kok pa, Rio nurut" jawab Azell.
"Berarti Aa' yang nakal ya?" Goda papa pada menantunya.
"Iya, nakal banget pa sukanya nyosor tiba-tiba." Jawab Azell dalam hati.
"Gak juga kok pa" jawab Azell.
"Terus Rio kemana? Kok gak keliatan" tanya mama.
"Di kamar ma" jawab Abra.
"Tumben banget, kalian tidak ngurung adik kalian kan? Biar kalian bisa mesra mesraan" tanya mana penuh selidik.
Azell menunduk malu, sedangkan Abra berdecak kesal dengan tuduhan sang mama.
"Ya gaklah, Aa' gak sejahat itu" jawab Abra
"Ohh, atau kalian mesra mesraan nya justru didepan Rio? Mama percaya kalau adik gak gitu, tapi kalau Aa' mama gak yakin" ucap Mama.
__ADS_1
"Iya bener tuh ma, anak mama tuh sukanya nyosor. Adu Azell dalam hati.
"Udah ah, mama ngomong apa sih ngelantur gitu, mending papa mama istirahat deh" ucap Abra
"Ohh Aa' ngusir kita ma, biar leluasa mesra mesraan sana istirnya kali" goda papa, Azell lagi-lagi menunduk malu.
"Iya, Aa' tega banget ngusir kita ya pa" ucap Mama meladeni ucapan papa.
"Pa.. Ma.." geram Ian membuat kedua orang tuanya tertawa puas.
Ceklek suara pintu terbuka.
"Papa.. Mama.." teriak Rio yang keluar dari kamar, kamar Rio memang di lantai satu dekat dengan ruang keluarga. Rio berlari menuju papa mama dan memeluk mereka.
"Rio kangen" ucapnya dalam pelukan mereka.
"Uluh-uluh.. baru ditinggal bentar dek" ucap Mama.
"Kamu tumben jam segini di kamar?" tanya papa setelah Rio melepas pelukannya.
"Iya, soalnya kalau keluar bisa liat..." ucapan Rio terhenti saat tak sengaja matanya bertabrakan dengan tatapan tajam mata Abra, Seakan tatapan tajam itu berkata "diam!!." Awas aja ya Rio kalau ngomong yang aneh-aneh. Peringat Ian dalam hati.
"Ehh.. gak kok ma, pengen di kamar aja" ucapnya menggaruk tengkuknya. Ia takut melihat tatapan tajam Aa'nya itu.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
......Jangan lupa, Like dan Vote......