
Abraham tersenyum melihat interaksi ayah dan anak itu, pandangannya menerawang jauh, jika dia memiliki anak apakah akan seperti ini, 😁😁, masih jauh masih jauh, diringa kembali tersadar, Namun kembali lagi ke skenario Tuhan tak ada yang tahu,
" Gak kok yah, Azell di sekolab baik, Banyak yang naksir juga", Jawab Abra
" Wah apa iya banyak yang naksir?", Tanya ayah dengan nada kaget tak percaya yang dibuat-buat, Abra mengangguk Azell makin kesal dengan ayahnya
" Ayah gak percayaan banget", Ucap Azell kesal
" Wah kamu harus hati-hatu kalau gitu A', Jangan sampek adek di bawa kabur orang lain", ucap Bunda
" Ehh, kalau samoek gitu ya Aa' jangan mau kalah caru yang lain", Tambah ayah memanas-manasi Azelk tentunta hanya bercnda
" Ish.. Yah nih ngajarib gak bener, justru Aa' tub yang fansnya luber-luber", Ucap Azell membel
Seisi ruangan tertawa kecuali Azell yang kesal
" Aa' sama adek nginep disini ka.?", Tanya Bunda
" Azell mah ngikut gimana Aa' aja Nda", Jawab Azekk laku menatap Abra serta mengkode untuk setuju menginap disini. Alhamdulilav Abraham paham kodean itu.
" Iya bun, kita nginap disini", Jawabn Abra akhrinya
__ADS_1
Setelah membanty sang bunda membereskan meja makan dan mencuci piring kini Azell pergi ke kamarnya, saar masuk dirinya melihat suaminya duduk di kasur dengan bersandar di punggung kasur memainkan ponsek
" Loh Aa' belum tidur?", Tanyanya sembaru mengambil baju ternyaman untuk tidur
" Nunggu kamu", Azelk hanya membentukan mulutnya sepert huruf O tanpa suara, lalu masuk ke kamar mandi
Tak butuh waktu lama, kini Azell sudah keluar dari kamar mandi dengan celana pendek dan kaos longgarnya, Abra melirik Azell sekilas lalu meletakkan ponselnya di meja dekat kasur, Azekk merebahkan badannya di samping Abra
" Hah, dua minggu aku meninggalkanmu kasur tercintaku", Ucap Azell berbaring menatap lurus atap kamarnya.
Azell terperanjat kaget saat tangan seseorang melingkar diperutnya, Tentu saja tangan suaminya.
" A' ih geli..."
" Wangi.. Aa' suka"
" Azell gitu loh, wangi doong", Azell membiarkan apa yang tengah dilakukan suaminya itu, Toh suaminya kan
" A' .... " Panggil Azell
" Hmmm",
__ADS_1
" Aa' tuh punya pacar gak sih? Sebelun kita dijodohin", Abra berhenti sejenak dari aksinya itu Namun tak lama kembali mendusel-dusel leher Azell
" Punya... dulu... udah lama dan udah putus", Jawab Abra sedikit berguman, Azell terdiam, jadi dirinya bukan yang pertama perempuan di hidupnya, Dan apakah dirinya sudah berhasil menggantikan mantannya itu dari hati Abra, ia bertanya dalam diamnya
Merasa jika istrinya tak ada pergerakkam, Abra akhirnya mendongak menatap Azell
" Kenapa? Jangam mikir aneh-aneh", Ucapnya seakab mengerti apa yang dipikirkan gadisnya dalam diam
" Apa Aa' masih ada perasaan sama mantan Aa' itu?", Abra menggeleng
" Gak ada, itu cuma khilaf",
" Bener?", Tanya Azell yang masih tak percaya.
" Bener", Azell menatap mata suaminya, apakah ia berbohong afau tidak, tapi mata itu mengatakan tidak.
" Dek, Walaupun kita bersatu karena perjodohan, bagi Aa' pernikahan ini bukan main-main", apalagi Aa' udah suka dan cinta sama kamu dari kecil, maaf Aa' belum bisa mengatakan itu sekarang, lanjutnya dalam hati
⚘⚘⚘
Happy Reading ❤
__ADS_1