
Santi berjalan mendekati azel dan berbicara pada nya.
" nama kamu azel kan?." tanya Santi sambil memandang penampilan Azell dari kepala sampai kaki.
" iya kak." bales azel sambil melihat kearah Santi.
" kami semua sudah mendengar tentang dirimu yang selalu bergonta-ganti laki-laki untuk mendapatkan uang bahkan kamu juga mendekati laki-laki kaya yang ada di kampus kita kelakuanmu itu sudah sangat mencemarkan nama baik kampus kita azazel apa kamu tidak malu dengan apa yang telah kamu kenapan di kepalamu itu dari luar kamu terlihat seperti orang yang beriman mempunyai ketaqwaan yang sangat tinggi tapi dibalik itu semua kamu seperti dengan apa yang gosip beredar saat ini." ucap Santi.
" maaf kak tapi ucapan yang kakak tu bukan itu semuanya fitnah, saya sama sekali tidak pernah menggoda siapapun di luar sana bahkan di dalam sini dan siapa yang mengatakan hal itu tentang saya kak?." tanya aja sambil mengerutkan keningnya azel tidak takut sama sekali ia malah merasa tertantang bagaimana bisa dia mahasiswa baru di sini dan sudah banyak gosip yang beredar and tentang dirinya apalagi gosip tersebut mengenai hal negatif.
" kamu tidak usah mengelak lagi kami punya bukti kalau kamu adalah gadis panggilan." sahut Melia.
" lucky apa yang kamu maksud kak?." tanya azel yang maju satu langkah untuk lebih dekat dengan Melia.
__ADS_1
Ani mengeluarkan black card dari dompet azazel azazel sangat terkejut melihat dompet nya di tangan Ani.
" kenapa kalian bisa mendapatkan dompetku?." tanya aja dengan ekspresi dingin dan datar.
" kita menemukannya di lantai kami periksa dalam dompetnya dan ternyata dompet ini milikmu." jawab Ani.
" itu tidak penting kami menemukan di mana tapi yang penting adalah kartu kredit ini." Sahut Melia sambil mengambil kartu kredit dari tangan Ani.
azel menghembuskan nafasnya yang kasar mencoba menenangkan dirinya yang sudah terlihat kesal dengan melia dan teman-temannya itu yang sedari tadi memojokkan dirinya.
" tahan gel jangan emosi." ucap Azell dalam hati.
azel kembali berbicara pada Melia tapi dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
" kakak tidak perlu tahu aku mendapatkan kartu kredit itu dari mana yang jelas anda sudah melanggar privasi orang dengan mengeluarkan barang di dalam dompet itu dan itu bisa saya laporkan ke pihak yang berwajib." ucap azell sambil mengambil dompet dan kartu kredit nya dari tangan Ani dan Melia.
Ani dan Melia hanya diam membiarkan azel mengambil dompet dan kartu kreditnya karena mereka sudah menunjukkan barang yang mereka anggap sebagai bukti di depan yang lain nya.
Melia kembali berbicara pada azel dengan wajah yang penuh amarah.
" kamu masih bilang kalau aku melanggar hukum hei perempuan mu. .. ra.... han, kamu tidak pantas bicara seperti itu padaku dengan status mu yang rendah itu kamu hanya wanita yang ditiduri banyak laki-laki saat mereka butuh dengan tubuhmu itu." ucap Melia sambil mendorong bahu azell dan azell mundur beberapa langkah ke belakang Untung saja ia tidak sampai jatuh.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1