
Sebelumnya Abra juga sudah mengumum kan tentang perihal pernikahannya namun teman-teman di kampusnya tidak ada yang percaya mereka hanya mempercayai kalau abrahah dan azell hanya berpacaran saja.
Abra melirik ke arah istrinya yang ternyata sudah tertidur lelap pantas saja sedari tadi tidak ada suaranya azel terlihat lelah mungkin karena tadi dia begitu banyak menguras emosi yang tertahan.
Juga hatinya yang hampir dibolak-balik oleh Abraham karena tingkah Feli beruntung itu tidak terjadi dan azel bisa menahan diri untuk tidak meneteskan air matanya di pesta tadi.
Sampailah di pekarangan rumah mewahnya Abra segera menggendong azel masuk setelah tadi di meminta pak Dadang memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya.
" Luna Azriel tidur?." tanya mama yang sedang menemani papa di ruang tv.
" Iya Mama kecapean Abra ke atas dulu ya." Jawab Abra sambil berpamitan kepada mamanya.
Mama hanya mengangguk tersenyum sedangkan papa masih sibuk dengan layar di depannya, Abra kembali menggendong azel menuju ke kamarnya, azell dibaringkan secara perlahan kemudian dia segera mengganti gaun pesta azel dengan baju tidur.
Deg....
Jantung Abram mulai terpompa cepat ketika dia menarik gaun azel ke bawah pundak azel dan dada hazel yang mulai terlihat semakin membuatnya tidak berkonsentrasi.
" Akh sial malam ini aku harus bersabar." gumam Abra melihat keindahan tubuh istrinya.
__ADS_1
Abra dengan cepat dan pelan menyeka azel juga mengganti baju tidurnya, barulah dia bisa bernafas lega setelah selesai.
Kembali menatap istri tercinta yang tertidur sangat pulas bahkan istrinya tidak bergeming sama sekali dan itu tentu saja memudahkan Abra.
Cupp....
Dicium nya kening azel dengan lembut.
" Sound baik-baik ya." ucap Abra mengelus perut rata azell.
Abra berdiri dan segera berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya setelah selesai dengan mandinya Abra kembali menatap azel yang masih tertidur dengan lelapnya.
Kemudian dia mengambil ponselnya yang berada di meja sebelah tempat tidur mereka dengan segera dia menelpon Adam untuk menemuinya di rumah.
" Nak " sapa papa yang masih setia dengan layar besar di depannya.
" Pa ada yang ingin Abra katakan." jawab Abra kepada papanya.
" Ada apa nak?." tanya Mama yang melihat wajah tegang Abra.
__ADS_1
" Ada masalah?." tanya papa bertanya kepada putranya.
Abra hanya mengangguk pelan lalu dia tersenyum sekilas senyuman kecut yang jarang sekali ada perlihatkan.
Abra hanya khawatir kepada azell, Abra takut terjadi apa-apa dengan istri dan calon anaknya mengingat banyak sekali orang yang ingin memisahkannya dengan azell.
Terlebih kini Feli wanita yang menurut Abraham gila wanita yang ber ego tinggi, Felly akan melakukan apapun yang dia inginkan tanpa peduli orang-orang disekitarnya terluka.
Meskipun Abra bersikap tenang tapi dalam hatinya dia teramat khawatir dengan istri cantiknya dan calon anaknya itu yang sekarang menjadi pikiran abra.
" Hanya masalah kecil mah pa, abra bisa selesaikan ini." jawab abra berbohong.
" Kamu yakin sayang?." tanya Mama memastikan dan akhirnya mengangguk yakin.
" Baiklah kalau begitu papa yakin kamu bisa selesaikan masalah kamu tapi ingat jika butuh bantuan langsung kasih tahu papa." jelas papa kepada anak kesayangannya itu.
" Pasti pa." jawab Abra singkat sambil tersenyum tampan.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......