
Sedangkan azell kini sudah selesai dengan mandinya, dia masih memakai handuk, bukannya langsung memakai baju untuk siap-siap berangkat kuliah, Tapi malah menghampiri ponselnya yang tergeletak di dalam kasur.
Azell mengambil ponselnya, dan betapa terkejutnya azell saat melihat begitu banyak panggilan tidak terjawab dari abra.
" Astaga abang.." Gumam azell yang mulai menelfon suaminya.
Azell menelfon abra karena masih ada banyak waktu, jika di Indonesia sekarang ini sudah jam 06.00 pagi maka di New York masih sekitar jam 19.00 malam.
Tutt... Tuuuutttt... Tuuuuttt....
Panggilan video call yang azell lakukan untuk menghubungi suaminya, tidak lama terpampanglah wajah tampan yang belakangan ini sangat di rindukannya dari layar ponselnya.
" Bang" Ucap azell kepada abra.
Tapi abra terlihat tidak seperti biasanya yang langsung menampilkan senyum tampannya, abra malah menatap azell dengan tajam.
Astaga... Kenapa dengan abra.?? Bukannya senang sudah di hubungi oleh azell malah wajahnya terlihat menakutkan seperti itu.
" Abang kenapa sih..?? " Tanya azell yang sudah tidak sabar ingin tau.
" Yank.. Kamu dari mana aja...?? Dari tadi aku hubungi kamu nggak angkat-angkat.?? " Tanya Abra dengan tidak sabar.
" Oh.. Tadi keluar bentar bang cari angin sama Ais dan Vita." Jawab azell membuat avra mengernyitkan keningnya.
" mulai bohong ya... joging bilangnya cari angin." batin abra kesal.
__ADS_1
Padahal yang di maksud azell cari angin ya itu joging, menurut azell itu sama saja, dan azell tidak tau jika abra mempermasalahkan masalah joging atau cari angin itu sekarang.
Oh... Ayolah.. Kenapa abra tiba-tiba jadi seperti orang bodoh begini..?? Abra tidak bisa berfikir dengan jernih lagi karena azell.
Abra menatap azell yang sedang tersenyum manis kepadanya. Dia baru sadar jika azell hanya menggunakan handuk saja, membuat fikiran abra semakin kemana mana. Sungguh abra sekarang ini ingin pulang dan mengikat azell agar tidak lagi keluar rumah tanpa dirinya.
" Kenapa mama bolehin azell pergi sih tadi.." Gumam abra yang terdengar samar oleh azell.
" Hah.?? Kenapa bang.?? " Tanya azell kepada abra.
" Kamu abis ngapain yank.?? " Tanya abrq mulai mengintrogasi azell.
Abra tidak menjawab pertanyaan azell barusan. Dia sudah tidak sabar ingin tau azell baru saja melakukan apa.
" Mandi bang.. Kan mau berangkat kuliah..." Jawab azell masih dengan senyum manisnya.
" Sebelum mandi..? " Tanya abra kepada azell
" Owh.. Tadi nemenin Vita, Dia pingsan karena lihat Kak Kiki." Jawab azell sambil terkikik mengingat kejadian tadi.
Abra cukup terkejut mendengar Vita pingsan karena Kiki, tapi kemudian Dia segera kembali pada pertanyaannya untuk azell, tentu saja agar azell mau berkata jujur, tapi itu karena pikiran parno abra yang begiti terlalu jauh memikirkan azell.
" Sebelum itu." Tegas abra membuat azell mengernyit keningnya bingung.
" Ya itu.. Tadi Kak. Cari angin di luar." Jelasazell kepada abra.
__ADS_1
" Maksudnya cari angin..??? " Tanya Abra yang sudah tidak sabar dengan jawaban azell.
" Oh.. joging maksud Abang...?? lya sama ajalah joging sama cari angin.. sama sama keluar rumah, iya kan.?? " Tanya azell dengan santainya semakin membuat abra geram dan gelisah saja.
" Tengah tengahnya itu apa..?? " Tanya abra membuat azell semakin bingung saja dengan pertanyaan aneh abra.
" Tengah tengahnya yanga mana.?? Jangan mulai deh.." Jawab azell yang juga meraba dadanya takut jika Abra akan mesum di pagi seperti ini.
" Akh... ****." Gumam Abra merutuki dirinya yang terlihat bodoh, tentus saja azell akan merasa jika yang di maksud abra ialah bagian tubuh azell.
" Maksud Aku tengah tengahnya sebelum mandi dan selagi cari angin.." Ucap abra dengan nada di naikan satu oktaf.
Jujur saja abra begitu gelisah, sedangkan azell terlalu tidak mengerti apa yang abra ingin dengar dari pertanyaanya.
Bagaimana azell akan mengerti jika abra begitu belibet menanyakan kepada azell tentang kegundahan hatinya.
"Ya jagaian Vita pingsan bang.. Emang apa lagi.?? Tadi aku juga udah kasih tau abang kan..?? Kenapa sih abang aneh gini..??? " Jawab azell akhirnya dengan sedikit kesal.
Bagaimana tidak kesal jika abra bertanya yang membuatnya tidak paham.
Tapi sayang Abra yang sudah di landa gundah dan gelisah begitu tinggi, bukannya menjelaskan kegelisahan pada dirinya karena azell, tapi malah ikut ikutan jadi sedikit emosi.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
__ADS_1
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...