
" Tadi kenapa bisa seperti itu..??." Tanya Azell lagi kepada Abra.
Abra maksud apa yang ditanyakan oleh Azell, tentu saja kejadian di Kampus tadi.
Itu biar mereka terbiasa dan nantinya tak begitu kecewa.
" Abang nggak mau adik dan calon anak kita kenapa napa yank." Jawab Abra membuat Azell Semakin berfikir keras untuk mencernanya.
Azell kembali melirik Abra sekilas, yang dijawab Anra dengan senyuman tampannya.
" curang. selalu saja menampilkan jurus andalnnya." batin Azell
" Bunda dan Ayah sudah nunggu kita dirumah Yank." Jelas Abra kepada Azell, Sontak saja Azell kembali menoleh ke arah suaminya, ada apa sebenarnya.?? Kenapa semua terlihat begitu aneh hari ini.
Atau Azell hanya bermimpi saja.?? Tapi ini sangat begitu nyata.
Banyak sekali pertanyaan dibenak Azell, sungguh Azell benar benar gundah akan hal ini, Azell takut jika terjadi sesuatu atau tanpa ia sadari, Azell sudah melakukan kesalahan yang membuat semua harus dibicarakan secara kekeluargaan.
__ADS_1
Abra menggenggam tangan Azell, kemudian tersenyum untuk Azell.
"Tenang. Semua baik baik aja." Ucap Abra yang tau kegundahan Azell. Azell mengangguk sambil tersenyum, dia percaya tidak terjadi hal hal yang membuatnya takut jika harus kehilangan Abra atau mendapat sidang dari kedua orang tuanya juga Mertuanya.
Abra mencium kening Azell sekilas, kemudian kembali fokus pada setir mobilnya untuk menuju rumah, dan membahas tentang pernikahan mereka yang harus segera diumumkan.
Dan itu sudah mutlak keputusan dari kedua orang tua Abra juga Azell, mereka sependapat untuk tidak memberitahu Azell tentang perlakuan Sandro kepada dirinya. Hanya saja mereka butuh persetujuan Azell tentang maksud mereka untuk mengumumkan pernikahan mereka, juga kehamilan Zela tentunya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Sampai di ruang tamu.. Benar saja disana sudah berkumpul kedua orang tua mereka, Azell semakin gugup karenanya.
Tapi Azell tetap mencoba untuk tenang sebelum tau maksud dari semua ini. Azell dan Abra duduk di depan kedua orang tua mereka, setelah sebelumnya mereka menyapa dan bersalaman terlebih dahulu.
" Sayang. Maaf ya pasti ini bikin bingung." Ucap mama melihat wajah gugup Azell.
Azell tersenyum dan mengangguk, dia tidak begitu mempermasalahkan karena rasa penasarannya yang begitu tinggi.
__ADS_1
Bunda bergeser untuk duduk disebelah Azell, kemudian dia memeluk Azell dengan mata yang sudah berkaca, sebenarnya bunda sudah menahan tangis sedari tadi, tapi dia berusaha untuk menyembunyikan semuanya dari putri bungsunya itu.
Jujur saja, setelah tadi bunda mendengar penjelasan dari papa mertua Azell atau besannya, bunda begitu terkejut dia tidak bisa membayangkan jika hal buruk benar terjadi pada putrinya itu.
Sama halnya dengan mama yang juga sangat terkejut, bahkan mama begitu shok tadi, sempat juga menyalahkan Abra yang tidak langsung membicarakan masalah ini kepada mereka.
Tapi, baik mama maupun bunda sama sama saling suport satu sama lain untuk menyembunyikan ini dari putri kesayangan mereka.
Sedangkan Papap juga Ayah masih bisa menahan, hanya saja mereka memang harus memberi pelajaran untuk Pak Septa juga anaknya, siapa lagi kalau bukan Sandro.
Bunda melepaskan pelukannya, lalu tersenyum manis dan teduh untuk azell, juga mencium kening Azell. Azell membalasnya dengan senyuman yang begitu manis untuk bunda, menatap satu persatu semua orang yang yang berada disana, lalu membuang nafasnya pelan agar tidak lagi gugup.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...
__ADS_1