
" Bayar dulu dong." Ucap Abra kepada Azell.
Azell menaikan kedua alisnya bingung.
" Oh... Jadi adik harus bayar nih.? " Tanya Azell yang dijawab Abra dengan anggukan kepala, juga tampang menyebalkannya tapi sungguh ketampanan Abra tak berkurang sama sekali meskipun dalam mode menyebalkan seperti sekarang ini.
" Berapa.??? Tanya Azell kepada Abra. " 1 kali cukup. Tapi ditengah juga yang lama ya yank." Jawab Abra benar benar lebay menurut Azell.
Ntah lah suami tampannya ini mungkin sudah ketularan Adam juga Kiki, yang biasanya dingin juga datar, sekarang berubah seperti bukan dirinya.
Lebih hangat juga terkadang ada selera humorisnya, aneh menurut Azell atau mungkin karena Azell sedang hamil jadi hanya dia sendiri yang merasa aneh dengan sikap Abra, akh.. Sudahlah lupakan.
Azell menatap Abra begitu juga dengan Abra yang sedari tadi sudah menatap Azell.
Tatapan mata yang selalu membuat Azell tidak bisa menolak dan mendebarkan hatinya.
Cup..
Azell mencium bibir Abra sekilas, ya hanya sekilas padahal Abra berharap kiss menjadi kissing wkwk. Tapi ciuman sekilas yang sungguh terasa, terasa hangat dan nikmat nikmat yang tidak begitu lama tapi cukup untuk membuat mereka sama sama bersemangat menjalani hari ini.
__ADS_1
" Nanti adim lunasin dirumah ya bang." Ucap Azell yang langsung ngacir keluar dari mobil saking gugup dan malunya karena perkataanya barusan.
Abra tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, gadis kecilnya ini benar benar sudah bisa membuatnya menunggu hutang yang belum dilunasi oleh Azell, ya hutang ciuman yang lama.
Sungguh konyol pasangan ini tapi romantis dong. Azell berjalan menuju kekelasnya, melewati setiap lorong kelas yang lain, banyak juga mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengobrol, ntah obrolan apa Azell sendiri tidak ingin tau, tanpa di sengaja Azell berpapasan dengan Dara.
Azell acuh dan terus berjalan tanpa melirik sedikitpun ke arah Dara, sungguh Azell sangat malas jika harus berurusan dengan gadis simpanan om om ini.
Gadis yang selalu mencari masalah dengannya, juga berusaha merebut suaminya, tapi Dara memang tidak ada apa apanya dibanding dengan Azell.
Berbeda dengan Azell, Dara sedari tadi menatap Azell tajam, tatapan penuh kebencian, bahkan sampe Azell tak terlihat Dara mengepalkan tangannya kuat kuat.
" AIS" Sapa azell kepada Ais sahabatnya yang sedang heboh dengan ponsel nya.
" Apaan sih Ais.?? Tanya Azell mulai penasaran. Kamu belum buka ponsel.??." Tanya Ais yang di jawab Azell dengan gelengan kepala.
" Kamu inget nggak laki laki cupu yang kemarin sempet nabrak Vita?? " Tanya Ais kepada Azell, Azell berfikir seperti mengingat ingat.
Kemudian Azell mengangguk pelan.
__ADS_1
" Kenapa memangnya..??." Tanya azell kepada Ais.
" Buka ponsel kamu gih biar tau.." Suruh Ais kepada Azell.
Akh.
" Malas aku nggak penting, ceritain aja." Jawab Azell dengan cengiran.
" Yee.. Ni anak. Giliran Kak Abra aja yang diberita pasti heboh.." Sindir Ais membuat Azell lagi lagi nyengir.
" Tadi malam katanya tuh anak mau bunuh diri.. Mugkin kalau nggaka ada yang nolong tuh anak tinggal nama aja." Jelas Ais membuat Zela sedikit terkejut.
" Dan.. Anehnya tuh anak pas mau ngelakuin itu di Hotel Pamungkas Zel.." Sambung Ais membuat Azell semakin terkejut.
" Hah..?? Serius loe..???." Tanya Azell semakin penasaran.
Ais mengangguk. Azell teringat dengan Abra yang tadi malam tiba tiba pergi karena telp dari Adam, Abra pergi kemana Azell juga tidak tau, tapi sungguh perasaan Azell mulai tak tenang sekarang.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......